Sekolah unggul di Kota Jogja membuktikan keunggulanya. Terbaru SMP Negeri 12 Yogyakarta menorehkan prestasi pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) yang digelar di Bali. Meski mengikuti kategori daring, tim-tim riset dari SMPN 12 Yogyakarta berhasil meraih medali internasional melalui life science, education, social science, engineering, hingga computer science.
Plt Kepala sekolah SMPN 12 Yogyakarta Abdurahman menjelaskan, tiap tim riset beranggotakan siswa lintas tingkat kelas untuk memastikan adanya regenerasi. “Satu kelompok maksimal enam siswa dan kami mix antara kelas 7, 8, dan 9 supaya regenerasi tidak putus.” Katanya .
Untuk mendukung prestasi tersebut, SMPN 12 membentuk klub riset Pepayana dan menyediakan fasilitas khusus di sekolah. Mulai dari ruangan laboratorium, teknik, dan lainnya. SMPN 12 menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi besar seperti UGM, UAD, dan UNY.
“Bahkan saat ini kami telah melakukan kerja sama dengan salah satu sekolah di Republik Ceko,” katanya.
Selain SMPN 12 Yogyakarta dengan keungggulan bidang riset, sekolah unggulan lain yaitu SMPN 13 Yogyakarta dengan keunggulan bidang lahraga, SMPN 16 dengan keunggulan bidang kebudayaan, atau SMPN 5 Yogyakarta dengan keunggulan bidang sains.
Program Sekolah Unggul ini memiliki model pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Abdurrahman mencontohkan, sekolah menggunakan model pembelajaran bersifat tematik. Dengan tidak memberikan beban tugas sekolah yang terlalu banyak padahal obyek yang dilihat hanya satu.
Setiap guru dapat mengajari dari satu tema pelajaran yang sama dengan menjelaskan atau praktek dengan melihat suatu permasalahan di lingkungan, itulah yang dijadikan riset.
“Bagaimana dia menganalisis data, tentu matematika ikut terlibat. Bagaimana dia membuat presentasi yang bagus, berarti kan guru seni budaya ikut. Bagaimana mereka presentasi dalam bahasa Inggris, berarti guru bahasa Inggrisnya ikut terlibat. Bagaimana menyusun makalah, bahasa Indonesianya ikut terlibat,” terang Abdurrahman.
Pemkot Jogja juga memainkan peran penting dalam memperkuat karakter sekolah berbasis riset. Kepala Bidang Pengembangan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Hasyim menyebut, pemkot memberikan pendampingan, kurikulum, hingga dukungan anggaran agar program riset dapat berjalan optimal sepanjang tahun. Pemkot Yogyakarta juga mendorong sekolah-sekolah untuk ikut serta dalam membangun branding sekolah
“Kami mendorong sekolah-sekolah itu untuk ikut serta juga di situ (lomba) dan bisa membuat branding sekolah,” ujar Hasyim.
Dia menyebut, SMPN 12 Yogyakarta dipilih sebagai sekolah berbasis riset karena memiliki sumber daya yang siap dan mampu mengembangkan budaya penelitian. “Kami menunjuk SMPN 12 Yogyakarta sebagai sekolah berbasis riset sejak 2022 karena ada SDM yang mumpuni dan mampu mengembangkan penelitian,” tuturnya.
Di samping prestasi riset, pemkot juga menyoroti pentingnya pembinaan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi berjenjang.
Pemerintah berharap prestasi seperti ISIF dapat menjadi ruang tampil bagi siswa untuk mengembangkan diri. “Harapannya potensi anak-anak berkembang sesuai minat dan mampu bersaing,” kata Hasyim.
(Lourenso Aditya, Bernadetta Ivana Geraldine)
Editor : Heru Pratomo