SLEMAN - Sebanyak 55 siswa dari MA NU Banat Kudus (MANUBAKU) melakukan kunjungan industri media ke Radar Jogja sebagai bagian dari program Latihan Dasar Jurnalistik.
Agenda tahunan ini merupakan bentuk pembekalan bagi siswa dalam praktik penyusunan buletin dan majalah sekolah.
Dalam rombongan tersebut tergabung tiga kelompok siswa yakni dari organisasi OSIS, PK IPPNU, serta anggota ekstrakurikuler jurnalistik sekolah.
Dengan dibimbing langsung oleh staf redaksi Radar Jogja sebagai praktisi media, siswa diajak untuk diskusi, evaluasi, dan bedah hasil karya jurnalistik yang telah mereka buat.
“Jadi semua yang ikut ini, anak-anak yang terlibat nantinya dari sini kemudian mereka akan mengembangkan tulisannya dari ilmu yang didapat, dikembangkan, kemudian diterapkan dalam pembuatan penulisan majalah,” kata Muhammad Halilur Rahman, guru pembina ekstra jurnalistik.
Program LDJ ini dilakukan selama satu hari penuh yakni pada Kamis (31/10/2025) berkunjung di dua media yakni Radar Jogja, LPM Arena UIN Sunan Kalijaga.
Sementara itu, MANUBAKU telah memasuki edisi ke-49 buletin El Syauqi yang terbit dua kali dalam setahun. Pada tahun siswa ini mengusung tema buletin ‘Membentuk Gen Z yang Penuh Percaya Diri, Berkualitas, Cerdas, dan Mandiri.
Siswi kelas 11 Fariha Maulida mengatakan, ini merupakan kali keduanya mengunjungi Radar Jogja. Ia juga menerangkan kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari teman-temannya.
Menurutnya, salah satu hal menarik dalam jurnalistik adalah pengalaman dirinya sebagai siswi bisa berbagi pendapat melalui rubrik opini dan ketika membagikan informasi hasil wawancara dengan narasumber.
Buletin El Syauqi sendiri hadir dengan memuat berbagai jenis karya jurnalistik siswa seperti artikel, resensi novel, opini, karya sastra seperti puisi dan cerpen, serta tak ketinggalan rubrik sosok untuk tokoh inspiratif.
Program yang awalnya digagas oleh kelompok OSIS ini dilaksanakan dengan menargetkan para siswa dapat langsung mengeksekusi dan praktik dalam satu buletin pada Desember nanti.
Dari karya tersebut, harapannya siswa tak hanya memiliki pengalaman dalam mengembangkan kemampuan jurnalistiknya saja, tapi secara langsung juga menabung portofolio sejak SMA.
“Kemudian nanti semester dua dan untuk yang majalah yang tahunan itu nanti ada satu itu. Jadi targetnya sesuai dengan semesteran. Ada yang semesteran, ada yang tahunan. Bisa masuk ke porto, bisa masuk program ekstra, nilai program ekstra,” jelas Halil. (Salwa Mutia)