Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cara MTsN 8 Kebumen Kenalkan IoT ke Siswa, Berhasil Ciptakan Line Follower hingga Pembersih Otomatis

Muhammad Hafied • Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:00 WIB

 

KREATIF: Siswa MTsN 8 Kebumen menunjukkan hasil karya robot berbasis Internet of Things (IoT). Dari karya tersebut menghantarkan madrasah di Kecamatan Gombong ini lolos dalam ajang OMI 2025
KREATIF: Siswa MTsN 8 Kebumen menunjukkan hasil karya robot berbasis Internet of Things (IoT). Dari karya tersebut menghantarkan madrasah di Kecamatan Gombong ini lolos dalam ajang OMI 2025


KEBUMEN
- Bergulirnya program pembelajaran riset dan teknologi di MTsN 8 Kebumen memberikan dampak positif bagi siswa. Dari program ini siswa telah berhasil menetaskan berbagai karya berupa robot canggih.

Hasil inovasi ini, terlahir dari ruang tim robotik. Sejumlah siswa akan sibuk berdiskusi seputar robot. Sebagian siswa juga fokus merangkai komponen robot. Tangan mereka terlihat cukup terampil memasang perangkat elektronik. Seperti kabel, dinamo, sensor, mikrokontroler, dan perangkat lain.

Keterampilan bongkar-pasang robot ini diraih setelah setahun terakhir mereka mengikuti pembelajaran terkait desain rancang robotik. Mereka juga dibekali pemahaman soal Internet of Things (IoT). Siswa dituntut mampu menuangkan ide dan gagasan ke dalam satu karya melalui sentuhan teknologi.

"Kami coba kenalkan IoT ke anak-anak. Ternyata hasilnya bagus, mulai bisa improvisasi sendiri," ujar Kepala Sekolah MTsN 8 Kebumen Sidik Wibowo Akhmad kepada Radar Jogja Jumat (10/10).

Dari sisi kognitif, siswa perlahan memiliki kemampuan untuk lebih berpikir kritis dan logis berkat pengenalan IoT. Tak hanya itu siswa juga dikenalkan integrasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pemahaman ini yang kemudian sebagai modal dalam berkarya menciptakan robot.

"Dari coding sampai gerbang logika, semua diajarkan. Saya lihat anak lebih kreatif dan inovatif," sambung Sidik.

Saat ini, MTsN 8 Kebumen telah memiliki ekstrakurikuler khusus terkait robotik. Sejak dibuka 2024, jumlah peminat ekstrakurikuler ini tercatat mengalami peningkatan signifikan.

Per 10 Oktober, tim robotik yang dibentuk telah membuahkan karya sedikitnya tiga jenis robot. Yakni Line Follower, CCTV berjalan, dan vakum pembersih otomatis. "Sudah ada 20 anak yang ikut gabung. Awalnya cuma enam. Kami juga datangkan guru khusus yang kompeten dari luar madrasah," jelasnya.

Pemantapan pembelajaran berbasis riset dan teknologi ini menjadi ruang adaptasi bagi madrasah dalam menghadapi pesatnya teknologi. Diharapkan intensifikasi program tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk beronivasi dan berkompetisi.

"Kami beri anak keleluasaan untuk berekspresi. Entah itu di bidang akademik atau non akademik. Asalkan semangat, kami lebih semangat," jelas mantan kepala madrasah di Banjarnegara itu.

 

Seorang siswa Muhammad Uqail Habibi mengaku senang karena memiliki pemahaman dan pengalaman baru tentang robot. Berangkat dari rasa penasaran, kini dia bersama rekan lain mengaku kerasan dapat belajar robotik.

Namun, dia merasa lebih senang ketika mendengar karya tim robotik MTsN 8 Kebumen lolos seleksi tahun ini. Dan berhasil meraih tiket untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). "Awalnya cuma penasaran. MTs di Gombong juga masih jarang belajar robotik. Akhirnya semakin tertarik dan senang," katanya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Olimpiade Madrasah Indonesia #teknologi #iot #otomatis #CCTV #Siswa #ai #internet of things (iot) #Program Pembelajaran #riset dan teknologi #OMI #MTsN 8 Kebumen #Robotik #Robot #vakum pembersih #Line Follower #Artificial Intelligence (AI)