JOGJA - Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti lingkungan SMP Negeri 15 Yogyakarta, Senin (6/10). Sekolah yang dikenal dengan sebutan Mabelta itu genap berusia 50 tahun. Merayakan momen emas dengan mengusung tema kearifan lokal: "Greget Sengkut, Nyawiji ing Gati".
Acara lustrum ke-10 dibuka dengan parade bregada, yang dibawakan oleh para siswa. Dengan balutan kostum khas, iringan musik, serta barisan yang tertib, parade ini menyita perhatian seluruh hadirin.
Penampilan tersebut menjadi simbol pembuka rangkaian perayaan hari jadi sekolah.
Tak hanya parade, panggung seni juga diramaikan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, drama edukatif bertema Mas JOS, hingga tari Ramayana.
Lewat drama, siswa menyampaikan ajakan untuk peduli lingkungan melalui 5 langkah Mas JOS, sebagai bentuk nyata implementasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah di sekolah.
Kreativitas tak berhenti di siswa. Para guru turut memamerkan karya dalam Pameran Inovasi Guru, menampilkan berbagai media pembelajaran interaktif, lukisan, dan hasil pengembangan pembelajaran yang kreatif dari masing-masing mata pelajaran.
“Kami ingin HUT ini menjadi momentum membangun pelayanan yang lebih humanis kepada peserta didik, tanpa membedakan latar belakang mereka. Semua anak harus mendapatkan hak pendidikan yang sama,” ujar Kepala SMPN 15 Yogyakarta Drs. Siswanto, M.Pd.
Ia menegaskan pentingnya mewujudkan pendidikan yang menanusiakan manusia dan menanamkan nilai-nilai karakter melalui semboyan “Mabelta Hebat”: Humanis, Edukatif, Berdikari, Amanah, dan Tangguh.
Sejak didirikan pada 5 Oktober 1975 dengan nama awal Sekolah Teknik Negeri, SMP Negeri 15 Yogyakarta telah mengalami banyak transformasi. Kini, di usia setengah abad, sekolah telah menorehkan beragam prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik di tingkat lokal, regional, hingga nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santoso Asrori yang turut hadir pun mengucapkan selamat kepada keluarga besar SMP 15 Yogykarta yang memperingati lustrum ke-10.
“Mudah-mudahan dengan lustrum yang ke 10 ini, SMP 15 semakin dapat memberikan pembelajaran pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya," kata Budi.
Dia pun mengingatkan peserta didik yang ada di SMP 15 Yogykarta ini merupakan tanggung jawab guru, kepala sekolah, serta dinas.
Budi mengibaratkan seperti menjemput anak-anak dan menjadikannya produk yang nanti output-nya menjadi anak-anak yang berkualitas dan berkarakter.
Memiliki karakter yang bagus, berakhlak, berbakti pada orang tua, berbakti kepada guru, juga memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya.
"Jadi anak-anakku semua tolong patuhi nasihat orang tua di rumah, kemudian juga taati apa yang disampaikan bapak ibu guru di sekolah. Insya Allah nanti anak-anak akan menjadi generasi yang berhasil, generasi yang berkualitas, generasi yang sukses," pesannya. (oliviera nawang prastiwi)