KULON PROGO - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kulon Progo memiliki cara unik melatih siswanya untuk fokus. Menghadirkan wayang suket, siswa tuna grahita diajak membuat mainan tempo dulu yang berbahan dasar rumput mendong.
Instruktur Wayang Suket Indonesia Gaga Rizki menyampaikan, pihaknya memiliki kegiatan melestarikan wayang suket. Lantaran, wayang suket bukan hanya mainan tempo dulu, melainkan bagian dari budaya.
Sehingga, pihaknya rutin hadir ke sekolah-sekolah untuk melatih siswa membuat wayang suket. Salah satunya di SLBN 1 Kulon Progo. "Kami datang di SLB, ada 20 siswa tuna grahita yang kami ajarkan membuat wayang suket," ucap Gaga, Kamis (4/9).
Gaga menyampaikan, untuk membuat wayang suket sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Termasuk siswa yang memiliki hambatan intelektual atau tuna grahita. Lantaran, pembuatannya hanya merangkai rumput atau mendong.
Seperti namanya, wayang suket sebenarnya berbahan dasar rumput. Namun, karena bahan rumput dengan ukurun panjang sulit didapat, pihaknya mengganti dengan mendong.
Siswa Tuna Grahita diajak merangkai wayang mulai dari bagian tubuh, kepala, tangan hingga kaki. Semua dirangkai hingga berwujud seperti wayang. “Tadi cukup antusias anak-anak, tentu manfaatnya cukup besar," ujarnya.
Selain melestarikan budaya, pihaknya juga merancang wayang suket sebagai media pembelajaran. Lantaran, selama melakukan pendampingan ke siswa SLB pihaknya menekankan komunikasi antarsiswa. Sekaligus, meminta fokus siswa untuk bisa membuat sebuah wayang.
Guru SLBN 1 Kulon Progo Yustina Primastuti menyampaikan, apresiasi atas upaya pembelajaran menggunakan wayang suket. Pasalnya, pembuatan wayang suket cukup banyak memberikan dampak positif ke anak didiknya. "Paling utama melatih fokus, karena merangkainya harus sesuai dengan tahapan," ungkapnya.
Yustina menjelaskan, pembuatan wayang dapat mrlatih fokus anak. Lantaran, tuna grahita sangat sulit untuk belajar akibat gangguan perhatian dan motorik. Melalui pembuatan wayang yang unik dan mudah, siswanya dapat melatih fokus.
Di samping itu, siswa juga diajak berlatih berkomunikasi dalam pembuatan wayang. Pasalnya, siswa diarahkan untuk saling membantu. Dari sinilah, komunikasi dilatih melalui kegiatan yang menyenangkan. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo