Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerja Sama Sekolah Rakyat Menengah Atas 43 Magelang dengan SPPG Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Naila Nihayah • Rabu, 16 Juli 2025 | 03:20 WIB
Siswa mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, kompleks Sentra Antasena Magelang.
Siswa mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, kompleks Sentra Antasena Magelang.

 

 

 

MUNGKID — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 Magelang tak hanya fokus pada akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Tetapi juga sedang menyiapkan skema layanan makan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang siswa.

 

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah kemungkinan kolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penyediaan makan siang secara terstandar. Namun, skema tersebut masih digodok sembari menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

 Baca Juga: Garap Sektor Pangan dan Perdagangan Umum, BUMD Aneka Usaha Kebumen Target Raup Laba Rp 850 Juta

Kepala SRMA 43 Magelang Sri Redjeki mengaku telah berkomunikasi dengan SPPG terkait potensi kerja sama dalam penyediaan kebutuhan makan siswa, terutama makan siang. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan asupan gizi yang lebih baik bagi para siswa.

 

Tidak hanya itu, kerja sama tersebut sekaligus memastikan pengelolaan konsumsi dilakukan secara profesional. "Dari komunikasi terakhir, SPPG hanya bisa melayani makan siang. Kalau makan pagi dan malam akan dikelola oleh Sentra Antasena bersama pihak sekolah," kata Sri Redjeki, Senin sore (14/7).

 Baca Juga: Kuasa Hukum UGM Nilai PN Sleman Tak Memiliki Kewenangan untuk Mengadili Sengketa Ijazah Jokowi

Dia menjelaskan, skema kerja sama tersebut masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat. Namun secara prinsip, pemenuhan kebutuhan makan bagi siswa telah menjadi bagian dari tanggung jawab program SR, sehingga seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah.

 

"Tidak ada pungutan biaya kepada keluarga siswa. Semua kebutuhan, termasuk makan, dipenuhi oleh sekolah bersama sentra," tegasnya.

 Baca Juga: AC Milan Resmi Gaet Gelandang Veteran Luka Modrić ke San Siro

Kerja sama dengan SPPG, kata dia, dinilai strategis karena memiliki standar pelayanan gizi yang telah teruji dan pengalaman dalam menyalurkan makanan sehat. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.

 

Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono menyebut, skema ini bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi hak gizi anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 yang bersekolah di SRMA. "Anak-anak di sekolah rakyat ini diasramakan, jadi kebutuhan makan tidak boleh setengah-setengah," paparnya.

 Baca Juga: Terkuak! Resto dan Hotel Bukit Indah di Srimulyo Gunakan TKD Tanpa Izin Gubernur, Dispertaru Bantul Telah Kirim Surat Rekomendasi ke Lurah Srimulyo

Untuk saat ini, sekolah masih menggunakan katering konvensional hingga seluruh sarana dapur tersedia lengkap. Namun secara bertahap, Sentra Antasena juga menyiapkan pola pengelolaan mandiri untuk makan pagi dan malam.

 

Dengan jumlah total 100 siswa dari 21 kecamatan, SRMA 43 Magelang menjalankan model pendidikan boarding school dengan pola asuh 24 jam. Pemenuhan kebutuhan makan menjadi faktor krusial penunjang keberhasilan pendidikan karakter dan akademik. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #Sekolah Rakyat Menengah Atas #SPPG #Pusat