JOGJA - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kota Jogja tahun ajaran 2025/2026 ini menghadirkan skema baru, jalur prestasi khusus. Jalur ini memungkinkan siswa dengan prestasi tingkat nasional, baik akademik maupun non-akademik, untuk memilih sekolah tujuan secara bebas tanpa terikat zonasi.
Salah satu sekolah yang membuka kesempatan melalui jalur ini adalah SMPN 8 Jogja. Tahun ini, sekolah di kawasan Terban itu menerima 320 siswa baru yang akan dibagi dalam 10 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 32 siswa.
"Untuk jalur prestasi khusus, ada empat siswa yang mendaftar. Mereka semua berasal dari SD Muhammadiyah Sapen," ungkap Kepala Sekolah SMPN 8 Jogja Binarsih Sukaryanti saat ditemui di sekolahnya Kamis (19/6).
Dijelaskan, jalur prestasi khusus diperuntukkan bagi siswa yang pernah meraih juara tingkat nasional dalam ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), maupun Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Prestasi yang dimaksud dapat berupa capaian individu maupun kelompok.
"Dari keempat pendaftar, tiga siswa prestasinya di bidang seni tari, dan satu lagi bidang pencak silat," tambahnya.
Berdasarkan data yang ia himpun, total terdapat delapan siswa di Kota Jogja yang memenuhi kualifikasi untuk mendaftar melalui jalur prestasi khusus. Dari jumlah itu, separuhnya memilih SMPN 8 Jogja.
"Kami bersyukur bisa menjadi pilihan. Ini membuktikan sekolah kami bisa jadi tempat berkembang bagi siswa berprestasi di berbagai bidang," ujar Binarsih.
Ke depan ia berharap agar jalur prestasi khusus bisa terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Salah satu rasionalisasinya adalah sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan siswa yang telah berkompetisi hingga tingkat nasional.
"Perjalanan mereka meraih prestasi itu tidak mudah. Adanya jalur prestasi khusus ini rasanya layak untuk ada," tuturnya.
Terpisah, adanya jalur prestasi khusus ini juga disambut positif para orang tua siswa. Salah satunya Anisa Wulandari, orang tua siswi kelas 5 SD yang tengah aktif mengikuti pelatihan intensif di bidang seni tari.
Ia mengaku mulai mempersiapkan putrinya agar bisa mengikuti jejak para seniornya mendaftar SMP melalui jalur ini. "Saya mendukung adanya jalur prestasi khusus ini. Anak-anak yang punya bakat dan bekerja keras sampai tingkat nasional, harus diberi ruang yang adil," harapnya.
Menurut Anisa, jalur ini tidak hanya memotivasi anak-anak untuk terus berkarya dan berkompetisi, tapi juga mengubah cara pandang orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.
"Biasanya orang tua hanya fokus ke akademik. Tapi sekarang, minat dan bakat juga bisa jadi pintu masuk ke sekolah favorit," ucapnya.
Ia pun berharap jalur ini bisa terus dibuka dan disosialisasikan lebih luas, agar semakin banyak siswa berprestasi yang bisa mengakses sekolah impian mereka.
"Dengan begitu, sistem pendidikan kita makin inklusif dan memberi tempat bagi beragam bentuk prestasi," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Heru Pratomo