JOGJA - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Jogja tahun 2025 dijalankan menggunakan dua sistem pendaftaran, Real Time Online (RTO) dan Non Real Time Online (Non-RTO). Salah satu sekolah yang menerapkan sistem RTO adalah SDN Jetis 1 Jogja.
Ketua SPMB 2025 SDN Jetis 1 Anastasia Suhartati menjelaskan, sistem RTO memungkinkan proses seleksi dilakukan secara otomatis melalui program komputer. Hasil seleksi juga bisa dipantau langsung secara daring oleh calon peserta dan orang tua.
"Penyesuaian tetap ada, misalnya untuk siswa dari luar kota harus lapor dan mencocokkan data dahulu ke dinas pendidikan. Kalau tahun lalu bisa langsung mendaftar di sekolah," jelas Anastasia saat ditemui di sekolahnya Selasa (3/6).
Ia menuturkan, tahun ini SDN Jetis 1 membuka kuota sebanyak 56 siswa yang akan dibagi dalam dua rombongan belajar (rombel), sama seperti tahun sebelumnya. Proses pendaftaran sistem RTO sendiri dibuka pada 2-4 Juni 2025, baik secara daring dari rumah masing-masing maupun langsung di sekolah dengan bantuan petugas yang siaga.
"Hasil seleksi akan diumumkan 5 Juni 2025 dan hari itu juga dilakukan daftar ulang," tambahnya.
Diakui, hingga hari kedua pendaftaran tercatat sudah ada 34 calon siswa yang mendaftar. Mayoritas orang tua memilih datang langsung ke sekolah. "Sebanyak 31 orang tua datang langsung karena masih bingung dengan proses daring. Jadi kami bantu di sini," imbuhnya.
Dalam upaya sosialisasi dan promosi yang dilakukan, pihak sekolah mendatangi beberapa taman kanak-kanak (TK) di sekitar lingkungan sekolah dan membagikan brosur berisi informasi pendaftaran.
Sebagai informasi, terdapat 87 SD negeri yang ikut serta dalam SPMB 2025 di Kota Jogja. Sebanyak 37 sekolah (42,5 persen) menerapkan sistem RTO, sementara 50 sekolah lainnya (57,5 persen) masih menggunakan sistem Non-RTO.
Secara aturan, sekolah yang berhak menerapkan sistem RTO adalah yang mampu memenuhi kuota siswa pada tahun sebelumnya. Sedangkan yang belum memenuhi kuota hanya dapat menggunakan sistem Non-RTO.
Salah satu orang tua calon siswa, Maryam mengaku memilih SDN Jetis 1 karena jaraknya yang dekat dari rumah dan kualitas sekolah yang baik. Ia datang langsung ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya agar bisa memahami alur pendaftaran dengan lebih jelas.
"Sejak anak saya masih TK, memang sudah niat memasukkan ke SD ini. Kami sering lewat depan sekolah, jadi saya sudah punya bayangan dari awal," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita