SLEMAN - Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menggandeng Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menggelar sosialisasi daring, Rabu (21/5/2025).
Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada orang tua calon peserta didik jenjang SD dan SMP.
Asisten ORI DIY Yustina Setiarini menyampaikan, sosialisasi yang diikuti 250 peserta ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi kebingungan masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Kebumen Siapkan Anggaran Rp 10,4 Miliar untuk Bangun 14 Puskesmas Pembantu
"Terutama mereka yang baru pertama kali mendaftarkan anak ke jenjang SD maupun SMP," katanya, Rabu (21/5/2025).
Kepala Seksi Kelembagaan SD Disdik Sleman Sartini menjelaskan, salah satu indikator yang digunakan untuk mendaftar SPMB adalah nilai dari asesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD).
Saat ini, hasil ASPD untuk tingkat SD masih menunggu karena masih berlangsung pelaksanaan hari terakhir, termasuk jadwal susulan.
"Minggu depan masih ada ASPD susulan, jadi pengumuman baru bisa dilakukan setelah semuanya selesai," ujarnya.
Dia menyebut, pendaftaran SPMB SD dijadwalkan berlangsung pada 2–5 Juni 2025. Dalam prosesnya, calon siswa kelas 1 SD tidak diwajibkan menjalani tes baca, tulis, hitung (calistung) atau bentuk tes akademik lainnya.
Adapun kuota jalur pendaftaran SD dibagi menjadi tiga, yaitu jalur domisili 75 persen, afirmasi 20 persen (terdiri dari 15 persen untuk keluarga ekonomi tidak mampu, dan 5 persen untuk penyandang disabilitas), serta jalur mutasi 5 persen.
Lebih lanjut, SPMB SD negeri tidak dikaitkan dengan pungutan biaya apapun, termasuk sumbangan, pengadaan sarana prasarana, maupun pembelian seragam.
"Biaya pelaksanaan SPMB ditanggung oleh dana bantuan operasional sekolah (BOS) baik dari APBN maupun APBD Sleman," bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman Dwi Warni Yuliastuti menambahkan, ASPD bagi calon siswa SMP dari luar Sleman akan dilaksanakan pada 12 Juni di SMPN 1 Sleman.
"Tes yang diujikan mencakup literasi membaca, numerasi, dan sains," jelasnya.
Sementara, untuk SPMB jenjang SMP, terdapat empat jalur pendaftaran, yakni domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi yang dibuka mulai 18 Juni 2025.
“Sedangkan jalur prestasi dimulai 23 Juni 2025," bebernya.
Salah satu orang tua SD Evita Nanda merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. "Karena ini anak pertama dan baru akan masuk SD, saya sempat bingung soal aturan dan teknis pendaftarannya. Sosialisasi ini sangat membantu," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita