JOGJA - Inovasi dilakukan oleh tim SMAN 3 Padmanaba Jogjakarta yang tergabung dalam Lituhayu Student Company. Mereka membuat inovasi produk berupa sampo, dari bahan baku ampas kopi dan juga jahe.
Sampo yang diproduksi Lituhayu sendiri dalam proses riset and development-nya membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan. Selanjutnya, secara resmi launching dan dijual pada November 2024 lalu.
"Sejauh ini kami sudah jual dengan sistim preorder. Harganya per 200ml Rp 57 ribu," beber President Director Lituhayu Student Company, Rieva Aisha Fairisha, Senin (10/3).
Saat ini, Lituhayu telah berhasil membuat produk sampo, yang dibuat dari bahan baku ampas kopi dan juga jahe. Secara proses, kopi dan jahe diambil sari-sarinya dan diolah menjadi sampo."Jadi ada dua varian, sampo dari kopi dan jahe. Keduanya minim atau tidak menggunakan bahan kimia," kata Rieva.
Disebutkan, bahan baku yang digunakan antara lain meliputi, jahe, kokamidopropil betaina, natrium kokoil isetionat, natrium klorida, minyak atsiri jahe, hidrosol, asam sitrat, germal cair. "Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan perusahaan, tapi juga menciptakan produk yang peduli pada lingkungan," tutur alumnus SMPN 5 Pawitikra Jogja itu.
Director Public Relations Lituhayu, Letta Zahra Ramadhani menambahkan, dari bahan baku kopi maupun jahe, kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu untuk proses produksinya. "Dalam periode satu bulan, sejauh ini kami bisa memproduksi sampai 100 botol," urainya.
Perihal bahan baku sendiri, Letta menerangkan bahwa Lituhayu banyak bekerjasama dengan coffee shop dan juga UMKM. Secara hitungan, 1 kg kopi kurang lebih bisa diolah menjadi 5-7 botol sampo ukuran 200 ml.
Ke depannya, baik Rieva maupun Letta berharap, agar produk Lituhayu bisa dikenal secara lebih masif. Di samping itu, mereka juga berkeinginan untuk bisa membuat beberapa produk yang lainnya.
"Secara roadmap, mungkin kami akan kembangkan beberapa produk baru, yang arahnya adalah kosmetik atau body care," tutur Letta.
Rieva menerangkan, Lituhayu merupakan program sekolah yang dinaungi oleh program Student Company. Student Company yakni, sebuah konsep perusahaan yang dijalankan oleh para siswa, dan difasilitasi oleh prestasi junior Indonesia (PJI).
Rieva mengungkapkan, tim Lituhayu sendiri saat ini beranggotakan 35 orang, yang seluruhnya adalah siswa kelas 10. "Walaupun siswa, kami bekerja seperti perusahaan, karena ada bagan, struktur kerja dan SOP juga," ungkapnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo