Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Aspek Inisiatif dan Kerja Tim Siswa, SMKN 3 Jogja Perbanyak Program Berbasis Kolektif 

Fahmi Fahriza • Senin, 6 Januari 2025 | 04:08 WIB

 

 

BUKA WAWASAN: Kegiatan Skagata Career Day 2023 yang digear oleh SMKN 3 Jogja. Acara tersebut untuk memfasilitasi siswa agar tidak bingung setelah lulus sekolah.(RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
BUKA WAWASAN: Kegiatan Skagata Career Day 2023 yang digear oleh SMKN 3 Jogja. Acara tersebut untuk memfasilitasi siswa agar tidak bingung setelah lulus sekolah.(RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)

 

 

 JOGJA - Aspek kolaborasi dan inisiatif jadi dua komponen yang secara berkala terus dioptimalkan bagi para siswa SMKN 3 Jogja. Kepala Sekolah SMKN 3 Jogja Widada menyampaikan, dua hal itu jadi aspek penting yang dibutuhkan siswa untuk bisa bersaing secara kompetitif di industri.

Dari segi kemampuan personal maupun teknis seputar alat dan mesin, Widada menyadari para siswanya sudah cukup kompeten. Namun ada beberapa aspek menyangkut soft skill yang memang perlu ditingkatkan. "Teamwork, inisiatif, dan kecakapan bahasa Inggris itu jadi hal-hal yang terus kami tekankan," katanya, Minggu (5/1).

Dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam beberapa soft skill itu, ia mengungkapkan program dan kegiatan siswa berbasis kolektif atau kelompok jadi pendekatan yang cukup ideal untuk dilakukan.

Diakui, dengan membiasakan para siswa dengan sistim kelompok, kecenderungan untuk bekerjasama, mengutarakan inisiatif dan pendapat juga makin tinggi.  "Itu metode yang cukup ideal, baik dalam kelompok yang konvensional secara luring atau daring secara online," sebutnya.

Menurutnya, percepatan teknologi digital yang ada saat ini, termasuk perkembangan pada alat dan mesin, mesti disikapi secara bijaksana. Termasuk para generasi muda, di mana adaptif jadi keharusan bagi mereka.

Widada memetakan, lebih dari 90 persen lulusan SMKN 3 Jogja melanjutkan ke sektor industri. Kebanyakan dari mereka bahkan sudah menekan kontrak sebelum resmi lulus. "Itu diawali dari program magang yang sebelumnya mereka lakukan, sesuai bidang dan minat masing-masing," ungkapnya.

"Ada lebih dari 80 mitra industri yang sudah bekerjasama dengan kami, multisektor di berbagai wilayah," tambahnya.

Dengan persentase yang sedemikian tinggi, ia menekankan bagi para siswanya, bahwa kesesuaian atau keselarasan antara soft skill maupun hard skill siswa dengan kebutuhan industri sangat penting.

Dalam prosesnya, secara berkala pihaknya juga menjalin kolaborasi dan komunikasi intensif dengan para mitra industri. Hal itu dilakukan sebagai upaya pendekatan dalam penyesuaian kebutuhan satu sama lain.

"Kebutuhan industri itu dinamis dan cepat berubah. Jadi kami harus selalu update dan adaptif," lontarnya. (iza/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Konvensional #SMKN 3 Jogja #soft skill #teknologi digital #Inisiatif #kolektif