SLEMAN - SMK Muhammadiyah 1 Kalasan resmi membuka jurusan musik pada tahun ajaran 2024-2025. Awal perjalanan jurusan ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal minat siswa.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kalasan Ernawati mengatakan pada awal pendaftaran, hanya sebagian kecil calon peserta didik yang memilih jurusan musik. Sebagian besar memilih pindah ke jurusan lain atau bahkan ke sekolah lain.
"Proses sosialisasi memang belum cukup maksimal menjadi salah satu kendala utama. Ke depan kami berupaya lebih intensif dalam melakukan komunikasi dengan SMP Muhammadiyah untuk menyampaikan informasi secara lebih mendalam," kata Ernawati pada Selasa (5/11/2024).
Demi menarik minat lebih banyak siswa, pihak sekolah berencana melibatkan para profesional dari industri musik dalam kegiatan pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga pengalaman langsung dari para praktisi yang berkompeten di bidangnya. "Kami ingin agar pembelajaran musik tidak hanya sekedar teori, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan perkembangan industri," ujarnya.
Menurutnya, kurikulum jurusan musik di SMK Muhammadiyah 1 Kalasan fokus pada pembelajaran praktis. Siswa kelas satu akan mendapatkan jadwal praktek musik setiap Rabu dan Kamis. "Di semester kedua, siswa yang sudah mulai terampil memainkan alat musik akan dibimbing oleh guru tamu yang merupakan praktisi profesional," ucapnya.
Fasilitas pendukung jurusan musik berada di kampus 2 Bayen, Purwomartani, Kalasan. Kampus seluas 500 meter persegi dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti studio rekaman, ruang kelas, ruang apresiasi (aula), perpustakaan musik, dan studio latihan. "Meski jumlah pendaftar belum sesuai harapan, kami tetap membuka kesempatan pendaftaran bagi siswa yang berminat," terangnya.
Pihak sekolah tetap menerima pendaftaran bagi siswa yang tertarik bergabung. Bagi mereka yang berminat tahun ajaran depan, pintu pendaftaran masih terbuka lebar. SMK Muhammadiyah 1 Kalasan berkomitmen mengembangkan jurusan musik. "Harapannya bisa melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan musik, tetapi juga siap terjun ke industri kreatif," tegasnya. (gun/pra)
Editor : Heru Pratomo