RADAR JOGJA - Besok pagi, Jumat 20 Maret 2026, sebagian umat Islam menggelar sholat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebagaimana diketahui Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Sementara berdasarkan aturan dari pemerintah,
Umat muslim berkumpul di masjid ataupun tanah lapang, mengikuti sholat Ied berjamaah.
Namun, tidak semua orang mampu atau dapat melaksanakan secara berjamaah.
Ada orang-orang tertentu yang berhalangan hadir ke masjid lantaran beberapa faktor seperti sakit, atau sedang mengemban tugas seorang diri di pedalaman misalnya.
Tentunya mereka tidak dapat mengikuti sholat berjamaah.
Lalu bagaimana, apakah sholat Ied bisa dilakukan sendiri di rumah atau suatu tempat?
Melansir dari NU Online, sholat Idul Fitri maupun Idul Adha dilaksanakan di rumah baik berjamaah ataupun sendiri hukumnya adalah diperbolehkan, asal dalam situasi darurat.
Misalkan jika terdapat udzur syar'i, seperti sakit, hujan badai yang mengharuskan seseorang tinggal di rumah, dan lainnya.
Meskipun melaksanakan sholat berjamaah di masjid lebih utama, namun sholat tersebut sah dan tetap dianjurkan (sunnah).
Sholat sendiri tidak perlu khutbah. Sementara jika tetap dilaksanakan Bersama keluarga, maka khutbah disunnahkan namun tidak wajib.
Sholat Ied dilaksanakan di rumah, sempat marak dan dianjurkan pemerintah saat masa pandemi Covid-19.
Sebab, saat itu pemerintah menerapkan aturan di rumah saja untuk menghindari persebaran virus Covid akibat droplet.
Waktu sholat Ied dimulai setelah matahari terbit hingga masuk Waktu Dzuhur.
Adapun tata caranya, tetap sama dengan sholat yang dilaksanakan di masjid.
Menurut ulama seperti Syafi'i, Maliki dan Hambali, sholat Ied yang dilaksanakan di rumah menjadi suatu bentuk keringanan ibadah. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva