Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

7 Gluten Free Food Khas Yogyakarta, Warisan Pangan Lokal yang Menyehatkan

Magang Radar Jogja • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:58 WIB

Ilustrasi jajanan pasar Indonesia (sumber: Pinterest)
Ilustrasi jajanan pasar Indonesia (sumber: Pinterest)
Kesadaran masyarakat terhadap gluten free food atau makanan bebas gluten terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Gluten sendiri merupakan protein yang secara alami terdapat dalam gandum, barley, dan rye.

Pada sebagian orang, terutama penderita penyakit celiac atau sensitivitas gluten non-celiac, konsumsi gluten dapat memicu gangguan pencernaan, peradangan usus, hingga penyerapan nutrisi yang tidak optimal.

Salah satu artikel ilmiah berjudul Nonceliac Gluten Sensitivity (2015) yang dipublikasikan dalam jurnal Gastroenterology, menyebutkan bahwa pola makan bebas gluten terbukti membantu memperbaiki kesehatan pencernaan pada kelompok tersebut.

Menariknya, konsep gluten free sejatinya bukan hal baru di Indonesia. Sejak lama, masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta, mengandalkan bahan pangan lokal seperti singkong, beras, jagung, dan kedelai yang secara alami bebas gluten.

Dari tradisi itulah lahir beragam kudapan khas yang tak hanya lezat, tetapi juga lebih ramah bagi sistem pencernaan.

Berikut adalah 7 gluten free food khas Yogyakarta yang menyehatkan:

1. Gethuk lindri

Gethuk lindri menjadi salah satu ikon paling populer. Terbuat dari singkong kukus yang dihaluskan, makanan ini kaya karbohidrat kompleks dan serat alami. Teksturnya lembut, mudah dicerna, dan mengenyangkan tanpa perlu tambahan tepung terigu.

2. Gatot

Berikutnya ada gatot, olahan singkong kering yang dimasak kembali hingga kenyal. Proses pengeringan tradisionalnya membuat gatot memiliki rasa khas sekaligus daya simpan yang baik, menjadikannya pangan penting pada masa lalu.

3. Tiwul

Tiwul dikenal sebagai makanan pokok alternatif pengganti nasi. Kandungan seratnya relatif tinggi dan indeks glikemiknya lebih stabil, sehingga kerap dikaitkan dengan pola makan tradisional yang lebih seimbang.

4. Jadah Tempe Kaliurang

Dari kawasan lereng Merapi, jadah tempe Kaliurang menawarkan kombinasi beras ketan dan tempe fermentasi. Perpaduan ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan protein nabati dan hasil fermentasi yang baik bagi sistem pencernaan.

5. Awug-awug

Awug-awug merupakan kudapan kukus berbahan singkong dan gula aren. Proses pengolahan minim menjadikannya rendah tambahan bahan kimia dan tetap mempertahankan cita rasa alami.

6. Grontol Jagung

Grontol jagung hadir sebagai camilan sederhana berbahan jagung rebus dan kelapa parut. Kandungan serat jagung membantu pencernaan, sementara kelapa memberi tambahan energi.

7. Kipo Kotagede

Terakhir, kipo Kotagede, jajanan kecil dari beras ketan dengan isian kelapa dan gula merah. Meski ukurannya mungil, kipo merepresentasikan kekayaan kuliner Jogja yang sederhana, alami, dan bebas gluten.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#pangan lokal #sehat #gluten