Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dipercaya Kaya Akan Khasiatnya, Permintaan Degan Wulung di Kebumen Meningkat saat Ramadan

Muhammad Hafied • Senin, 23 Februari 2026 | 22:15 WIB

Penjual kelapa muda di Jalan Kolonel Sugiono, Kebumen menunjukkan degan wulung yang ramai diminati masyarakat untuk pilihan menu berbuka puasa.
Penjual kelapa muda di Jalan Kolonel Sugiono, Kebumen menunjukkan degan wulung yang ramai diminati masyarakat untuk pilihan menu berbuka puasa.

KEBUMEN - Permintaan degan atau kelapa muda meningkat tajam selama bulan Ramadan. Salah satu jenis kelapa muda yang paling diburu masyarakat saat ini adalah degan wulung. Kelapa muda dengan ciri khas kulit dalam berwarna merah muda ini cukup diminati karena diyakini kaya akan khasiat.

Seperti diungkapkan Andi Ferianto, 47, penjual kelapa muda di Jalan Kolonel Sugiono, Kebumen. Dia menyebut degan wulung kini menjadi komoditas musiman yang paling dicari untuk menu berbuka puasa. Jika hari biasa dirinya mampu menjual 15-20 butir buah, selama ramadan ini penjualan degan wulung naik hingga dua kali lipat. "Kalau yang paham, pasti nyari kulit merah (degan wulung)," ungkapnya Senin (23/2).

Baca Juga: Masjid Ka’bah Asy Syuhada di Puncak Gunung Batur Agung: Dulu Berbahan Kayu, Kini Dilapisi Batu Alam Menyerupai Kakbah

Kepada Radar Jogja, Andi mengungkapkan, dari segi harga degan wulung cenderung lebih tinggi ketimbang jenis biasa. Namun begitu, tak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap membeli, mengingat manfaat dan kesegarannya dianggap sepadan. "Sama degan biasa tetap ada selisih harga, saya jual Rp 12 ribu tinggal minum," ucap dia.

Selama ini, lanjut Andi, dari segi ketersediaan degan wulung tidak ada kendala. Artinya antara stok dan permintaan selalu tercukupi. Dia mengungkapkan, degan wulung masuk kategori jenis kelapa muda yang jarang ditemui sehingga harganya berbeda dengan kelapa muda biasa.

Baca Juga: Pemkab Sleman Siapkan Rp 55,9 Miliar untuk THR ASN, Pastikan Diberikan sebelum Lebaran

Dia menerangkan, selain sabut berwanrna merah muda, degan wulug juga memiliki perbedaan dengan degan biasa. Yakni, ukurannya jauh lebih kecil dengan bentuk bulat. Dari sisi rasa cenderung lebih sepat. "Orang-orang banyak yang nyebut kelapa obat. Barangnya jarang juga, jadi agak mahal," ujarnya.

Salah satu pembeli Hasan Basri, 53, mengatakan, dia lebih memilih degan wulung sebagai menu berbuka puasa karena lebih menyegarkan ketimbang buah lain. Lebih dari itu degan tersebut juga berfungsi sebagai minuman alami penunjang kesehatan. Dia mengaku selama ini rutin mengonsumsi degan wulung karena dapat membantu memulihkan stamina tubuh setelah seharian berpuasa.

"Daripada minuman kimia, saya dan keluarga mending cari degan wulung. Murah dan menyehatkan," katanya. (fid)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#obat #degan wulung #kebumen #berbuka puasa #khasiat #kelapa muda #degan