Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Unik! Berbagai Hidangan Takjil Khas Yogyakarta Bisa Jadi Ide untuk Berbuka Puasa

Magang Radar Jogja • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:50 WIB
sate klathak populer di Jejeran Wonokromo Bantul
sate klathak populer di Jejeran Wonokromo Bantul

RADAR JOGJA - Sebentar lagi Bulan Suci Ramadan akan tiba. Biasanya, pada bulan ini mulai diramaikan dengan berbagai hidangan takjil yang menggugah selera.

Semua orang dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman dengan berbagai rasa sebagai menu berbuka puasa nantinya.

Yogyakarta menjadi salah satu surga takjil dengan berbagai jenis dan rasa.

Selain beragam, kota ini juga menawarkan banyak hidangan takjil dengan harga yang terjangkau serta mudah didapatkan.

Ada banyak menu takjil yang dapat menjadi ide untuk berbuka puasa. Beberapa hidangan takjil khas Yogyakarta di bawah ini tidak harus dibeli, melainkan dapat dibuat sendiri di rumah bersama keluarga agar momen Ramadan lebih mengesankan.

1. Kicak Kauman

Biasanya, Kicak Kauman hanya muncul di saat-saat Ramadan. Kicak Kauman sendiri merupakan makanan khas Yogyakarta dengan ketan sebagai bahan utama, meskipun juga dapat digantikan dengan singkong.

Ketan tersebut dikukus, lalu disiram saus santan, kelapa parut, dan nangka. Perpaduan dari bahan-bahan tersebut membuat Kicak Kauman memiliki rasa manis dan gurih bersamaan ketika dinikmati.

2. Jadah Tempe

Jadah Tempe merupakan makanan yang terbuat dari ketan dengan tempe yang diolah dengan cara dibacem. Makanan khas Sleman tepatnya di Kaliurang ini juga menjadi salah satu makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Jadah Tempe yang paling terkenal adalah Jadah Tempe Mbah Carik di Kaliurang. Rasanya yang enak dengan sensasi gurih, manis, dan sedikit pedas menjadikan Jadah Tempe cocok untuk ide berbuka puasa saat berbuka puasa di Ramadan nanti.

3. Sate Klathak

Warga Yogyakarta sudah pasti tahu apa itu Sate Klathak. Sate dengan daging kambing sebagai bahan utamanya ini banyak dijual di berbagai daerah di Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul. Sate Klathak dibuat dari daging kambing yang dibakar dibarengi dengan bumbu yang meresap.

Uniknya, makanan ini dimasak dengan cara menggunakan besi, sehingga memunculkan bunyi “tak tak” yang menjadi alasan mengapa makanan satu ini dinamakan Sate Klathak.

Sate Klathak yang terkenal dengan rasanya yang enak, antara lain Sate Klathak Pak Pong, Sate Klathak Mak Adi, Sate Klathak Pak Bari, Sate Klathak Pak Jono, dan Sate Klathak Bu Jazim.

4. Wedang Sendang Ayu

Minuman cantik khas Yogyakarta yang dapat menyegarkan kerongkongan kering, apalagi kalau bukan Wedang Sendang Ayu. Minuman dengan perpaduan rasa yang manis dan asam ini akan lebih nikmat jika diseruput dalam keadaan hangat. Wedang Sendang Ayu terbuat dari jahe yang dipanggang, cengkeh, sereh, jeruk nipis, dan kapulaga yang baik untuk kesehatan serta dapat menghangatkan badan.

5. Kolak Pisang dan Kolak Waluh

Kolak Pisang maupun Kolak Waluh sama-sama disajikan dengan kuah santan dan gula merah. Perbedaan keduanya terletak pada bahan utamanya, yaitu Kolak Pisang terbuat dari pisang, sedangkan Kolak Waluh terbuat dari waluh atau labu kuning.

Di Yogyakarta, banyak rumah yang menghidangkan Kolak Pisang maupun Kolak Waluh sebagai hidangan pembuka untuk berbuka puasa di hari pertama Ramadan.

Tidak hanya rasanya yang enak, makanan ini juga sudah menjadi ikonik takjil untuk berbuka puasa sejak lama.

Itu dia lima menu takjil khas Yogyakarta yang dapat menjadi ide untuk berbuka puasa selama bulan Ramadan sebentar lagi.

Hidangan takjil di atas dapat dibeli maupun dibuat sendiri, tentunya dengan harga yang terjangkau.

Satu hal yang pasti, momen Ramadan nantinya akan lebih bermakna dengan menu-menu takjil di atas, sekaligus melestarikan makanan tradisional kebanggaan khas Yogyakarta.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#kuliner Ramadan #ramadhan 2026 #Bulan Ramadan