RADAR JOGJA - Menyambut bulan suci Ramadhan yang tidak lama lagi, tentu setiap Muslim harus mempersiapkan diri, salah satunya untuk berpuasa.
Saat puasa, tubuh kita menahan lapar dan haus seharian. Mulai dari sebelum terbit fajar hingga terbenamnya matahari tubuh kita tidak menerima asupan, baik makanan maupun minuman.
Tidak jarang, beberapa orang mengalami sakit atau gejala lainnya yang dapat mengganggu ibadah puasa.
Apalagi, jika hal tersebut terjadi saat beraktivitas yang dapat menghambat produktivitas selama bulan Ramadhan.
Salah satu yang paling sering dialami adalah sakit kepala. Sakit kepala atau pusing kerap dialami jika seseorang merasakan lapar atau haus selama berpuasa.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa hal tersebut dapat diatasi selama kita tetap menjaga pola hidup sehat dengan baik dan benar selama bulan Ramadhan.
Penyebab Sakit Kepala atau Pusing selama Puasa
1. Penurunan Glukosa Darah
Glukosa merupakan gula sederhana yang menjadi salah satu sumber energi manusia. Glukosa dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan karbohidrat, seperti nasi, gandum, jagung, roti, serta beberapa buah-buahan dan biji-bijian yang mengandung karbohidrat.
Selama berpuasa, tubuh yang tidak menerima asupan karbohidrat dengan cukup dapat memicu lemas bahkan penurunan glukosa darah atau hipoglikemia. Hipoglikemia dapat menimbulkan efek seperti pusing dan gangguan konsentrasi.
Gejala hipoglikemia dapat lebih parah jika dialami oleh penderita diabetes. Maka tidak heran jika beberapa penderita diabetes dengan komplikasi serius tidak dapat menjalankan puasa agar dapat mengoptimalkan pengobatan.
Maka dari itu, perlu bagi setiap orang yang berpuasa untuk mengonsumsi karbohidrat yang cukup saat sahur dan berbuka agar dapat menjaga kadar glukosa di dalam tubuh. Dengan demikian, aktivitas selama berpuasa pun dapat lebih lancar dan tidak terganggu.
2. Dehidrasi
Dehidrasi atau kekurangan air tentunya akan sangat mengganggu ibadah puasa. Setiap Muslim memang diwajibkan untuk menahan dahaga hingga waktu berbuka puasa tiba. Meskipun demikian, kita tetap harus menjaga cairan di dalam tubuh agar tidak terjadi dehidrasi yang dapat mengakibatkan pusing.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wang dan Wu dari Universitas Beihang, Cina menunjukkan bahwa tubuh yang tidak menerima cairan yang cukup menyebabkan terjadinya penurunan volume darah akibat kekurangan atau defisit cairan.
Defisit cairan dapat mengakibatkan kontraksi pembuluh darah pada otak yang mengakibatkan gejala pusing ringan.
Maka dari itu, perlunya mengonsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka agar dapat menjalankan ibadah puasa tanpa dehidrasi dan pusing yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.
3. Bergadang atau Tidak Tidur hingga Larut Malam
Biasanya, kita tidur selama 6 hingga 8 jam. Tetapi, selama bulan Ramadhan mengharuskan kita untuk bangun lebih awal dari biasanya untuk melaksanakan sahur. Di momen Ramadhan ini tidak jarang orang bergadang atau tidak tidur hingga larut malam.
Seringkali banyak orang yang telat bangun untuk sahur dikarenakan bergadang. Selain itu, bergadang juga dapat menyebabkan seseorang merasa kelelahan saat bangun sahur karena tidur yang tidak nyenyak.
Hasil studi dari Korean Headache-Sleep Study (KHSS) menunjukkan bahwa kualitas tidur yang kurang dapat meningkatkan gejala sakit kepala, seperti migrain.
Selain itu, sakit kepala ini juga rawan terjadi pada pengidap darah rendah atau hipotensi.
Maka, tetap disarankan agar tidur lebih awal selama bulan Ramadhan untuk mencegah pusing dan kelelahan saat sahur dan puasa.
4. Jenis Makanan yang Dikonsumsi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, makanan yang mengandung karbohidrat sangat disarankan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadhan. Karbohidrat sebagai salah satu penyumbang energi utama dapat mencegah tubuh dari lemas, kelelahan, dan pusing.
Di Indonesia, nasi menjadi makanan pokok dengan kandungan karbohidrat yang paling umum dan mudah dijangkau. Selain nasi, terdapat alternatif karbohidrat lainnya, seperti sagu, jagung, roti, gandum, ubi-ubian, dan sebagainya.
Tidak hanya karbohidrat, kita sangat disarankan untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan saat sahur dengan kandungan protein yang berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh, mendukung fungsi organ, dan memperbaiki jaringan tubuh seperti otot, tulang, dan kulit.
Selain protein, sayur-sayuran dan buah-buahan juga mengandung vitamin A, B, C, E, K, dan lainnya yang berperan penting, antara lain untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan mata, kesehatan jantung, pencernaan, memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta meningkatkan imunitas tubuh.
Disarankan agar tidak mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan yang tidak sehat seperti kafein, monosodium glutamate (MSG), lemak jenuh, gula dan garam yang tinggi, serta makanan atau minuman dengan pengawet dan pemanis buatan secara berlebihan.
Selain itu, hindari makan dan minum berlebihan saat berbuka agar tidak terlalu kenyang dan menghambat aktivitas ibadah setelahnya.
Jika pusing terjadi dalam waktu yang cukup lama atau disertai dengan gejala seperti demam, mual, kelelahan, dan gejala sakit lainnya, maka dapat segera berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. \
Penulis: Salwa Hunafa
Editor : Bahana.