Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merajut Inspirasi di Ramadhan Euphoria 17: Kiprah Santri untuk Generasi Muda  

Bahana. • Kamis, 27 Maret 2025 | 04:22 WIB

 

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Ikatan Santri Asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta Husnul Khotimah (Insting-HK) sukses menggelar acara tahunan Ramadhan Euphoria (RE) ke-17 di SDIT Luqman Hakim International.

Acara yang berlangsung pada 20–22 Maret 2025 ini mengusung tema ”Pemuda Mengukir Kemajuan, Membangun Kejayaan Nusantara", menghadirkan serangkaian kegiatan inspiratif yang diikuti oleh lebih dari 520 peserta didik dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6.

Dalam sambutan pembukaan (20/03)1q, Kepala Sekolah SDIT LHI, Nurul Qoyimah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta terhadap Ramadhan Euphoria.

Ia menuturkan bahwa biasanya kegiatan Ramadhan di SDIT LHI hanya bersifat internal; namun, tahun ini terasa lebih istimewa dengan adanya kolaborasi dari santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah sebagai panitia penyelenggara.

Sementara itu, Yumna Farida Khalisa, selaku Ketua Panitia Ramadhan Euphoria 17 di SDIT LHI, menyoroti bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media dakwah Islamiyah yang tidak hanya menyampaikan ilmu dan inspirasi, tetapi juga membentuk karakter peserta.

Dengan konsep yang lebih modern dan interaktif, acara ini menghadirkan pengalaman baru yang lebih dekat dengan dunia anak-anak dan remaja.

Inspirasi dan Nilai Islami dalam Setiap Rangkaian Kegiatan RE 17

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan menarik yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

Mentoring kisah keteladanan Muhammad Al-Fatih menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan, mengajarkan nilai kepemimpinan dan keberanian sejak dini.

Sesi training motivation bertajuk "Bukan Malaikat, Bukan Iblis: Ayo Menjadi Muslim yang Bijak dalam Menilai" juga memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, sharing on the road bertajuk ICIS (I Care, I Share), yang bekerja sama dengan Yayasan Islam Terpadu Luqman Hakim International, semakin memperkaya pengalaman peserta.

Kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) juga menjadi momen berharga, mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam beribadah.

Untuk menambah semarak acara, Ramadhan Euphoria 17 menghadirkan delapan perlombaan seru yang menguji kreativitas, ketangkasan, dan wawasan peserta. MTQ dan Ranking 1 Keagamaan menjadi ajang untuk mengasah pengetahuan Islam, sementara Creative Stick dan Fashion Show memberi ruang bagi peserta untuk menyalurkan kreativitasnya.

Lomba Tebak Daerah menghadirkan tantangan dalam mengenal keberagaman Nusantara, sedangkan Paralon Bola dan Voli Air menguji kekompakan tim dalam suasana yang menyenangkan.

Salah seorang peserta, Alfi, siswa kelas 5, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara ini.

“Sanlat kali ini seru banget! Materinya menarik, konsepnya tidak membosankan, dan banyak ilmu baru yang belum tentu bisa didapatkan di luar sana. Panitianya juga tak kalah seru!” ujarnya.

Penanaman Kepemimpinan Melalui Talkshow Inspiratif

Tahun ini, Ramadhan Euphoria juga menghadirkan konsep baru dengan mengadakan talkshow inspiratif bagi siswa SMPIT LHI. Mengangkat tema “Cultivating Self-Awareness, Wise Decision-Making, and Leadership in Light of Islam", sesi ini menghadirkan Aland Dinda Pradana, seorang influencer yang aktif dalam dunia edukasi di media sosial. Konten-konten nya banyak berkaitan dengan aspek pendidikan, dan masih berelevansi dengan konteks keagamaan.

Dalam pemaparannya, Kak Aland menjelaskan garis besar kepemimpinan dan kesadaran diri atau self awareness.

la mengupas secara rinci mulai dari definisi pemimpin, cara-cara yang harus dilakukan, hingga sifat atau sikap yang harus ditumbuh kembangkan.

Tak lupa, ia menambahkan pentingnya memiliki visi hidup yang jelas.

“Kita harus setting goals, harus punya tujuan yang kuat—mau dipimpin atau memimpin. Dipimpin oleh siapa, atau memimpin yang bagaimana? Semua itu akan menentukan kita di masa depan,” pesannya kepada peserta.

Tak hanya itu, Kak Aland juga menekankan bahwa pemimpin harus mampu memengaruhi dan menstimulasi diri sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya disiplin dalam segala hal, seperti tidak menunda pekerjaan.

Di era modern, menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki komunikasi yang baik, sikap tegas, serta kemampuan beradaptasi dalam kelompok.

“Skill berbahasa asing juga krusial. Karena itu, penting untuk mengeksplorasi minat dan bakat agar tahu apa yang paling cocok untuk diri kita,” ujarnya.

Siswa-siswa SMPIT LHI mengaku senang dan termotivasi atas talkshow yang dilakukan oleh Aland. Mereka mengaku banyak mendapat hal-hal baru dan mencoba untuk menerapkan berbagai ilmu yang telah disampaikan Aland dalam kehidupan sehari-harinya.

"Karena ternyata saya baru sadar. Semua yang disampaikan tadi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Ilmunya sangat penting," tandas salah satunya.

Refleksi dan Harapan untuk Ramadhan Euphoria Berikutnya

Di balik kesuksesan acara, panitia tetap mengevaluasi berbagai aspek untuk perbaikan di masa mendatang.

Marina, salah satu panitia, menyampaikan bahwa Ramadhan Euphoria 17 memberikan banyak pengalaman berharga, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi panitia penyelenggara.

“Tentu, kami tidak luput dari kekhilafan selama kegiatan berlangsung. Kami berharap kepanitiaan tahun depan bisa mengemas acara yang lebih baik dan terorganisir agar semakin sukses,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Marina menegaskan bahwa Ramadhan Euphoria kali ini ingin menanamkan kesadaran kepada peserta tentang pentingnya memanfaatkan masa muda dengan baik.

Dengan semangat mengukir kemajuan dan membangun kejayaan Nusantara, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum refleksi bagi generasi muda untuk terus tumbuh dan berkontribusi dalam kebaikan, terlebih dalam momentum bulan suci Ramadhan. (Marina)

Editor : Bahana.
#generasi muda #Aland #ramadhan #Euphoria #santri