RADAR JOGJA - Masyarakat seringkali salah pemahaman antara malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an.
Hal ini bisa terjadi karena mungkin kurangnya pengetahuan terkait keduanya.
Keduanya adalah peristiwa penting dalam Islam karena sama-sama berkaitan dengan turunnya Al-Quran.
Nuzulul Qur'an merupakan momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad pada tanggal 17 Ramadhan.
Sedangkan Lailatul Qadar merupakan malam waktu turunnya Al-Qur'an dari Lauh al-Mahfuzh ke Baitul Izzah, dan terjadi pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Peristiwa nuzulul Qur’an ini menjadi awal mula dari proses turunnya wahyu yang berangsur-angsur selama 23 tahun.
Saat Nabi Muhammad berdiam diri di Gua Hira, malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq.
Setelah itu, wahyu-wahyu berikutnya terus disampaikan malaikat dan diterima oleh Nabi Muhammad yang meliputi petunjuk hidup, hukum Islam dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
Setelah proses tersebut selesai, kemudian dikumpulkan lalu disusun menjadi Al-Quran yang utuh.
Berbeda dengan lailatul qadar, malam ini juga disebut sebagai malam kemuliaan di bulan Ramadhan.
Ulama berpendapat bahwa malam ini jatuh pada malam ganjil; malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Mala mini dinyatakan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Pahala yang besar serta terbukanya kesempatan bagi umat muslim agar doanya diijabah ada pada malam istimewa ini.
Ibadah yang dianjurkan dalam kesempatan emas ini meliputi sholat, banyak berdoa dan berdzikir.
Demikian makna dan sejarah singkat nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar.
Dengan memahami makna keduanya, umat Islam diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadahnya. (Umi Jari Widayah)
Editor : Meitika Candra Lantiva