KEBUMEN - Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir meminta Lilis Nuryani fokus bekerja sebagai Bupati Kebumen. Tafsir juga mengingatkan agar Lilis tidak menciderai amanah rakyat yang telah diberikan kepadanya.
Hal ini disampaikan usai salat Tarawih sekaligus peringatan Nuzulul Quran di Pendopo Kabumian Kebumen, Sabtu (15/3) malam. Dalam kegiatan ini, Tafsir berpesan menjalani tugas sebagai kepala daerah tidak mudah. Oleh karena itu, butuh keseriusan dan komitmen tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan daerah ke depan.
"Kepala daerah itu tanggung jawabnya besar, memikul kepercayaan lebih dari sejuta warga. Termasuk saya sebagai warga Kebumen," jelasnya.
Tafsir bersyukur Lilis dan Zaeni dipercaya sebagai bupati dan wakil bupati Kebumen. Menurutnya, kedua sosok tersebut menjadi pasangan ideal untuk memimpin Kebumen. Sebab Lilis sendiri memiliki pengalaman di Muhammadiyah sebagai Bendahara Aisyiyah, sedangkan Zaeni berada di struktural Nahdlatul Ulama (NU). "Jadi pas mewakili dua organisasi besar. Tidak diragukan lagi nasionalisme dan keislamannya," terangnya.
Tafsir mengaku sudah cukup kenal dengan Lilis karena sama-sama berkiprah di Muhammadiyah. Dia optimis Lilis mampu membawa Kebumen terlepas dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Dari sisi finansial, kata Tafsir, Lilis sudah tercukupi, sehingga mestinya harus fokus mengabdi tanpa berpikir orientasi pendapatan. "Kalau mau cari kaya, ngapain jadi bupati, orang ia sudah kaya. Bahkan mungkin gajinya sebagai bupati itu tidak diambil," kelakar Tafsir.
Lilis mengaku berbangga hati karena salat Tarawih bersama warga Muhammadiyah itu dihadiri hampir 1.000 jemaah. Ia merasa kesempatan tersebut seperti bertemu dengan keluarga sendiri.
Lilis sebagai kader merasakan bagaimana Muhammadiyah dan Aisyiyah selalu hadir untuk umat. Terutama pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia mengajak pengurus Muhamamdiyah di berbagai tingkatan untuk bersinergi dalam kerangka pembangunan daerah.
"Bagi saya, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, tetapi bagian dari keluarga saya sendiri. Saya mencintai Muhammadiyah," ungkap Lilis. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita