GUNUNGKIDUL - Sebagai bagian dari upaya untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial, Forum Silaturahmi Keputrian Masjid dan Musala Jeruksari beserta warga sekitarnya menggelar Tabligh Akbar dan Bakti Amal ke-13 di halaman Stadion Gelora Handayani, Wonosari, Minggu (16/3).
Kegiatan religi itu bertema “Ramadan Bulan Berbagi dan Meraih Cinta Ilahi”. Kegiatan ini tak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan. Namun juga kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat.
Baca Juga: 2.000 Bungkus Jemunak Ludes dalam Hitungan Menit, Tidak Digerebek tapi Dibagikan
Ketua panitia Adriana Agung mengungkapkan, acara ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah berlangsung selama 13 tahun. Forum ini tidak hanya fokus pada penyebaran ilmu agama. Tetapi juga mendampingi perempuan di berbagai aspek kehidupan. Seperti kemandirian ekonomi dan kesehatan jiwa.
Menurutnya, kegiatan sosial dan keagamaan ini dilakukan secara independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik atau aliran tertentu.
“Sejak pertama kali diadakan, kami berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya perempuan,” kata Adriana.
Salah satu kegiatan unggulan dalam acara ini adalah pembagian sembako kepada masyarakat. Sebanyak 569 paket sembako yang berisi beras, minyak, gula, dan teh senilai Rp120.000 per paket. Diberikan dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 35.000.
Total dana yang digunakan untuk kegiatan sosial ini mencapai Rp 92 juta. Diperoleh melalui sumbangan dari berbagai pihak yang peduli dengan sesama. Pembagian sembako ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama yang kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan rasa kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyebut, acara tersebut relevan dengan kondisi saat ini. Mengingat masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk Gunungkidul, menghadapi berbagai tantangan ekonomi menjelang Lebaran.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Gunungkidul,” ujar Joko.
Selain pembagian sembako, acara ini juga diisi dengan ceramah agama mengenai makna Ramadan dan pentingnya berbagi dengan sesama. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Baik dalam bentuk materi maupun tenaga.
Semangat berbagi di bulan Ramadan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Gunungkidul untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya tercipta kedamaian sosial. Tetapi juga peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. (ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita