KEBUMEN - DPC Gardu Prabowo Kebumen merasa terusik dengan pernyataan Ketua Umum Projo, Budie Arie Setiadi. Di mana mantan menteri Telekomunikasi dan Informatika itu kini viral karena sempat melontarkan analisis mengenai dinamika politik nasional.
Ketua DPC Gardu Prabowo Kebumen Wahyudin menyatakan, pernyataan Budie Arie yang berbicara analisis soal pemilu berpotensi dipercepat telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Dia memaknai substansi dari pernyataan itu mengarah pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bakal kandas di tengah jalan. Hal tersebut yang membuat simpatisan Prabowo di Kebumen perlu angkat bicara.
Baca Juga: Oleng dan Tabrak Pembatas Jalan, Truk Muatan Tebu Terguling di Jalan Jogja-Solo
"Pernyataan seperti itu justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," kata Wahyudin kepada Radar Jogja, Selasa (25/8).
Dia pun turut mempertanyakan pernyataan Budi Arie soal kemungkinan pemerintahan Prabowo tidak bertahan sebelum masa jabatan berakhir. Padahal, kata Wahyudin, masa jabatan presiden maupun penyelenggaraan pemilu telah memiliki ketentuan konstitusional yang harus dihormati seluruh pihak.
Dari pernyataan tersebut menurutnya telah membuka ruang spekulasi politik seiring pemerintahan yang sedang berjalan.
Baca Juga: 5.000 Karateka dari Berbagai Negara Siap Tampil di Ajang YOT VI 2026
Dia juga menilai wacana soal kemungkinan pemilu digelar sebelum tahun 2029 dapat menimbulkan persepsi liar. Salah satunya upaya untuk memecah hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. "Menurut kami ada upaya memecah belah antara Jokowi dan Prabowo," katanya.
Wahyudin menegaskan, pemerintahan Prabowo Subianto harus diberikan ruang untuk menjalankan mandat rakyat hingga masa jabatan berakhir sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Dia mengaku cukup kecewa karena para tokoh mestinya lebih mengedepankan kepentingan bangsa. Terlebih pemerintah saat ini sedang fokus pada penanganan bencana dan persoalan lain di tanah air.
Baca Juga: Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, Penumpang KAI Daop 6 Jogjakarta Naik 23 Persen
"Budi Arie menurut kami bukan menunjukkan sikap negarawan dengan upaya membangun narasi yang melawan konstitusi," ujarnya.
Kader Gerindra Kebumen Rahmawati tak habis pikir dengan ucapan Budie Arie yang beredar dalam sebuah potongan video. Menurutnya pernyataan eks menteri itu telah menimbulkan persepsi liar, apalagi diucapkan dalam satu forum dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. "Hajat politik masih lama, kenapa buru-buru ngomong pemilu," katanya.
Rahma menyatakan, bagu kader Gerindra ikut mensuskseskan program Presiden Prabowo lebih penting ketimbang bicara Pemilu 2029. Menurutnya kontestasi politik masih terlalu dini untuk dibahas. Ia mengajak kader Gerindra di Kebumen tidak terprovokasi dengan narasi liar yang beredar di media sosial. "Biarkan Pak Presiden bekerja. Pemilu masih lama," ungkapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo