JOGJA - Partai Buruh mendeklarasikan sayap partai perempuan bernama Suara Marsinah di Aula DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Bintaran, Kota Jogja Senin (22/12). Lewat langkah tersebut, partai yang khas dengan warna oranye dan lambang padi itu akan fokus memperjuangkan hak pekerja perempuan.
Wakil Presiden Partai Buruh Bidang Perempuan Pekerja Rumah Tangga dan Buruh Migran Jumisih mengatakan, Suara Marsinah lahir dari keresahan perempuan yang sampai saat ini belum dipenuhi hak-haknya. Baik itu sebagai pekerja maupun di ranah politik.
Baca Juga: Tren Positif EPA PSIM Jogja Berlanjut, U-20 Raih Kemenangan Perdana atas Persebaya Surabaya
Jumisih menyampaikan, pengambilan nama Suara Marsinah juga menjadi bentuk penghargaan bagi Marsinah yang sangat berani memperjuangkan hak buruh. Di sisi lain, juga figur yang mewakili perempuan.
“Semangat Marsinah kami ambil agar partai dapat memberikan ruang bagi perempuan untuk sadar berpolitik dan mengintervensi kebijakan,” ujar Jumisih di sela deklarasi Suara Marsinah.
Baca Juga: Cedera, Bek Asing PSS Sleman Cleberson Souza Naik ke Meja Operasi
Menurut dia, Suara Marsinah hadir sebagai wadah bagi pekerja perempuan untuk menyuarakan aspirasinya di dunia politik Indonesia. Oleh karenanya, dia berharap pengurus daerah bisa mulai membentuk keorganisasian hingga tingkat desa/kelurahan/kalurahan.
Exco Partai Buruh Bidang Pekerja Rumah Tangga Jumiyem menambahkan, pekerja perempuan di Indonesia sampai saat ini masih memprihatinkan. Terkhusus bagi perempuan yang bekerja di bidang informal.
Jumiyem berharap, kehadiran Suara Marsinah dapat membantu memperjuangkan hak perempuan yang sampai saat ini masih terpinggirkan. Sehingga taraf hidup perempuan pun bisa semakin lebih baik.
“Pekerja informal perempuan jumlahnya sangat besar, ada yang bekerja sebagai buruh gendong dan pekerja rumah tangga. Ini yang akan menjadi pekerjaan besar Suara Marsinah,” tegasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita