Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Magelang Minta Transparansi Pengelolaan Dana Parpol Setiap Rupiah Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Naila Nihayah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:30 WIB

Wali Kota Magelang saat menyerahkan bantuan keuangan kepada perwakilan partai politik di Ruang Sidang Lantai 2 Kantor Pemkot Magelang, Kamis (17/7).
Wali Kota Magelang saat menyerahkan bantuan keuangan kepada perwakilan partai politik di Ruang Sidang Lantai 2 Kantor Pemkot Magelang, Kamis (17/7).


MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, partai politik (parpol) bukan sekadar alat untuk memenangkan pemilu. Tetapi juga lembaga yang memegang peran penting dalam membangun kesadaran politik masyarakat.

Karena itu, dia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan keuangan parpol yang bersumber dari APBD. Menurutnya, kekuatan demokrasi bergantung pada integritas partai politik.

Dia menyebut, parpol yang dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab akan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sistem politik.

"Kalau partainya kuat, transparan, dan berintegritas, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik juga meningkat. Begitu pula sebaliknya," katanya, Senin (27/10).

Terlebih, kata dia, setiap tahun pemkot menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada parpol yang memiliki kursi di DPRD setempat. Bantuan itu bukan hanya bentuk dukungan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab moral dan administratif yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Pada 2025 ini, pemkot telah menyalurkan bantuan keuangan sebesar sekitar Rp 603 juta kepada tujuh partai politik penerima bankeu berdasarkan hasil Pemilu 2024. "Setiap rupiah harus jelas manfaatnya, jelas buktinya, dan jelas hasilnya bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Hemat Rp 10 Miliar, Pemkab Kulon Progo Pangkas Anggaran Makan Minum di 2026

Damar juga menekankan, tertib administrasi dan transparansi keuangan bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga sarana menjaga kepercayaan publik. Selain soal keuangan, dia juga menyoroti pentingnya pendidikan politik sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

Dia mendorong partai agar aktif menyelenggarakan kegiatan yang mencerdaskan masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu. "Bisa lewat diskusi publik, pelatihan kader muda, seminar, atau kegiatan sosial yang menumbuhkan kesadaran warga membangun kota lewat jalur politik," katanya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#bantuan keuangan #Magelang #transparansi #Parpol #wali kota