RADAR JOGJA - Ferry Irwandi, seorang pegiat media sosial yang aktif mengangkat isu sosial, politik, dan pendidikan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya mengabarkan bahwa dirinya tengah mendapat serangan serta teror digital dari sejumlah akun yang diduga sebagai provokator.
Nomor pribadi miliknya ditempel di akun-akun provokator yang dianggap tidak terima karena rencana mereka (darurat militer) digagalkan hari ini, Senin (1/9/2025).
Akun-akun yang dinilai sebagai provokator itu tidak hanya menyebarkan, namun juga menggunakan nomor pribadi Ferry untuk aksi mereka.
Nomor pribadi keluarga Ferry pun turut menjadi korban kejahatan para provokator.
Mereka menggunakan nomor orang terdekat Ferry seakan itu nomor mereka untuk melakukan teror terhadap dirinya dan juga istrinya.
Menurutnya, mereka (provokator) bisa memiliki kontak pribadinya beserta keluarga karena otoritas yang mereka (provokator) punya.
Selain dirinya yang dianggap sebagai penyebab gagalnya status darurat militer, Founder dari Malaka Project ini juga dinilai membuka jaringan tentang jalur provokasi dan sumber kerusuhan.
Ferry juga menghimbau publik untuk mereport akun-akun yang memfitnah dan melakukan serangan lain tentang ia dan keluarganya.
“Jadi kalau teman-teman melihat fitnah dan serangan lain tentang saya dan keluarga, saya minta tolong untuk direport. Terima kasih sekali bantuannya teman-teman.” Tulis Ferry dalam unggahan akun Instagramnya (1/9/2025).
Meski mendapat serangan dan teror digital, Ferry menegaskan dirinya tidak takut ataupun khawatir.
Justru, menurutnya semakin membuka mata masyarakat untuk memahami kondisi yang sebenarnya serta mempertegas bahwa langkah yang diambil saat ini berada di jalur yang benar.
“Ini sama sekali tidak membuat saya takut atau khawatir, justru sebaliknya, ini semakin membuat masyarakat memahami situasinya dan semakin mempertegas bahwa kita berada di track yang bener.” Tulisnya dalam keterangan postingan tersebut.
Sehari sebelumnya, Minggu (31/8/2025) dalam pernyataan di kanal YouTube miliknya, Ferry mengungkap dirinya turut membantu Intelijen Pemerintah RI dalam menelusuri dalang semua kerusuhan yang terjadi.
Ferry juga menilai adanya agenda politik terselubung yang berusaha mendorong diberlakukannya darurat militer.
Ia juga menegaskan bahwa skenario tersebut gagal terlaksana.
Ferry menilai dengan diberlakukannya darurat militer, banyak hal dan kekuasaan kelompok tersebut akan semakin melebar.
Tidak hanya soal tindakan kekerasan, tindakan pengamanan, bahkan penyitaan aset untuk kepentingan negara dapat dilakukan ketika negara berada dalam keadaan darurat militer.
Ferry melalui akun media sosial, tak henti-hentinya mengajak publik untuk terus menjaga ketenangan, kondusifitas dan tidak larut dalam provokasi. Baginya, kekuatan rakyat justru bertumpu pada kesadaran, strategi, dan rasa solidaritas.
Penulis: Ayu Andayani Saputri