KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan seluruh kebijakan yang diambil tanpa intervensi pihak lain, termasuk suaminya Yahya Fuad, yang notabene seorang mantan bupati. Ia menegaskan, seluruh pengambilan keputusan mutlak menjadi hak prerogatif dirinya selaku bupati.
"Saya memang dengan Pak Fuad suami-istri, beliau sering beri saran, tapi saya tetap koordinasi ke dinas. Semua kebijakan tetap ditangan saya," bebernya, saat refleksi enam bulan kepemimpinan Lilis-Zaeni, Rabu (13/8).
Lilis mengaku, selain sebagai sosok suami, Muhammad Yahya Fuad memang kerap menjadi teman diskusi. Ia bersama sang suami sering bertukar pengalaman terkait tata kelola pemerintahan.
Namun kembali lagi, semua keputusan tetap menjadi kewenangan dirinya. "Kalau suami memberi saran kenapa tidak. Siapapun boleh, masyarakat juga boleh," ungkapnya.
Ia menyatakan, selama menjabat tidak akan mencampur urusan rumah tangga dengan urusan pemerintahan. Hal ini guna menjamin berlangsungnya roda pemerintahan dapat berjalan tanpa tendensi kepentingan. Di lain sisi, dirinya juga akan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait sebelum merumuskan suatu kebijakan.
Lilis pun perihatin diterpa isu jika suami bersama anaknya, Reza Mardhika yang kini duduk di DPRD Provinsi Jawa Tengah terlalu ikut campur dalam urusan pemerintahan.
Ia menegaskan anggapan itu tidak mendasar. "Jadi tolong, meski Pak Fuad mantan bupati, Reza anak saya jadi dewan. Semua keputusan ada di saya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kebumen Saman mengatakan, perjalanan antara eksekutif dan legislatif selama ini berjalan harmonis. Dia memastikan setiap kebijakan yang diambil bupati akan menjadi perhatian DPRD Kebumen.
Saman mengatakan, legislatif selaku represntasi rakyat telah menjalanlan tugas dan fungsi pengawasan, penganggaran dan pembuatan regulasi. "Sudah kami lakukan. Pengawasan administrasi dan turun langsung ke lapangan melihat fakta," kata Saman. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo