Mereka hadir dari berbagai daerah untuk melakukan audiensi dan meminta klarifikasi dari UGM soal polemik ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang keasliannya diragukan.
Dalam aksi tersebut, turut hadir tokoh Reformasi yang juga Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais.
Secara pribadi, Amien merasa prihatin dengan UGM, disebutnya UGM yang dibanggakan sebagai institusi pendidikan justru tidak mencerminkan nya secara nyata.
"Saya sangat concern dan prihatin mengapa UGM yang kita banggakan tiba-tiba menjadi alas keset politik seseorang," katanya, Selasa (15/4).
Amien secara tegas meyakini, bahwa ijasah Jokowi memang tidak ada. Hanya ada ijasah oplosan yang dibuat buat.
"Kalau saya yakin ijasah itu tidak ada. Ijasah oplosan memang dibuat tapi sudah dikatakan para ahli itu abal-abal," serunya.
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa UGM dianggap tidak berani bertindak, lantaran diduga mendapat tekanan dari kekuasaan.
Disebutnya, jika memang ada kejujuran yang bisa dibuktikan, maka masalah ini sudah bisa diselesaikan sejak lama.
"Sesungguhnya yang diperlukan itu ketulusan dan kejujuran dari UGM. Dengan begitu ya sudah selesai. Case closed," paparnya.
Secara garis besar, Amien sendiri mengungkapkan bahwa ia juga tidak ingin menuntut hukuman berat bagi pihak yang dianggap bersalah.
Diakuinya, ia lebih ingin mendorong penyelesaian yang adil dan berimbang, demi kelangsungan bangsa ke depannya.
"Dihukum secara apa adanya tidak usah berlebihan. Tapi penting sekali jadi pelajaran agar siapa pun yang berbuat crime dalam bentuk macam-macam, diberikan hukuman sepadan. Sudah itu saja," bebernya. (iza)
Editor : Bahana.