Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah 67 Kepala Daerah Kader PDIP Gabung Retret di Magelang, Mendagri: Akan Dapat Sertifikat Yang Berbeda

Naila Nihayah • Senin, 24 Februari 2025 | 19:51 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian

 

MAGELANG - Sedikitnya ada 17 kepala daerah (kada) dari kader PDIP yang telah bergabung dalam retret di Magelang pada Minggu malam (23/2/2025). Sebelumnya, ada sekitar 47 kada dari kader PDIP yang mangkir hingga hari ketiga retret. Itu berarti, masih ada puluhan kada yang belum masuk ke lokasi retret.

 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencatat, ada 17 kada yang sudah bergabung, tadi malam. "Saya dengar tadi malam pukul 21.00-nan, ada 17 (kada), kalau nggak salah (yang masuk). Itu teman-teman dari PDIP. Hari ini, saya dengar ada juga yang mau bergabung nanti siang," ujarnya, Senin (24/2/2025). 

Tito mencatat, dari 503 kada peserta retret, ada sekitar 97 kada yang berasal dari kader PDIP. Namun, tidak seluruhnya absen dari kegiatan retret. Karena ada sekitar 50 kada dari kader PDIP yang mengikuti retret sejak hari pertama. Itu berarti, kada dari kader banteng itu bertambah menjadi 67 orang. 

 

Tito mengutarakan, pemerintah terbuka kepada kada dari kader PDIP yang ingin bergabung dalam kegiatan retret. Meski tertinggal sejumlah materi. "Saya tahu, dalam beberapa waktu ini akan ada lagi (kada) yang akan bergabung. Saya nggak akan sebutkan jumlahnya. Silakan, kita welcome, masuk," ujarnya, Minggu malam.

Tito menilai, para kada yang sudah hadir ini, menyadari bahwa retret merupakan program dari pemerintah dan berguna bagi mereka dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan. Selain itu, para kada pun menyadari bahwa mereka dipilih oleh rakyat, sehingga bertanggungjawab kepada rakyat.

 

Dia pun menegaskan, fungsi partai dalam sistem demokrasi di Indonesia hanya sebagai kendaraan politik. "Saya sudah sampaikan tadi (kemarin) siang, partai itu hanya kendaraan. Partai memberikan blessing untuk maju. Ketika dipilih menjadi kepala daerah, bukan karena dipilih oleh partainya, tapi dipilih oleh rakyatnya," ujar Tito. 

Oleh karenanya, kata dia, setiap kada harus memiliki orientasi untuk melayani rakyatnya usai terpilih. Bukan lagi kepada partai pengusung. Terlebih, kehadiran para kada dalam kegiatan retret ini untuk kepentingan rakyat. Sebab para kada dari berbagai daerah praktis akan bertatap muka dan berbincang soal permasalahan di wilayahnya. 

 

Hal itu dapat menjadi pembelajaran bagi para kada lain untuk menentukan kebijakan yang tepat bagi rakyatnya. Menurutnya, retret ini menjadi wadah bagi para kada untuk saling mengenal. Dia menilai, para kada yang tidak mengikuti retret, bisa merugi. Sebab, mereka tidak bisa bergabung dengan para kada lain untuk bertukar pikiran.

"Satu hari saja tidak akan cukup untuk mengenal satu sama lain. Dua hari, tiga hari, tidak cukup. Tujuh hari lumayan untuk saling mengenal secara personal, itu perlu waktu dan mungkin agak sulit untuk terulang kembali," lontarnya. 

 

Tito juga menegaskan, bagi kada yang baru bergabung, akan diberi penilaian berbeda dari kada yang mengikuti retret sejak hari pertama. Sebab, dalam pembobotan sisi kehadiran, peserta harus menghadiri paling sedikit 90 persen kegiatan retret.

 

"Ya, kita akan bedakan sertifikatnya. Yang (hadir) 90 persen sertifikatnya lulus. Yang di tengah-tengah, kita berikan sertifikat telah mengikuti. (Sertifikat) telah mengikuti saja," paparnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #kepala daerah #mendagri tito karnavian #Retret #kader PDIP