MUNGKID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang sukses menyelenggarakan Pilkada 2024. Bahkan, tingkat partisipasinya mencapai 81,62 persen untuk pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) 80,63 persen. Meski begitu, ada sejumlah hal yang menjadi sorotan. Satu di antaranya soal masih adanya suara tidak sah.
Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik menyebut, dari data yang diperoleh, ada enam persen surat suara pilbup yang dinyatakan tidak sah. Sementara surat suara pilgub, sekitar tujuh persen. Artinya, pemilih yang hadir ke TPS dan menggunakan hak pilihnya, tapi tidak bisa dikonversi menjadi suara atau dukungan salah satu pasangan calon (paslon).
Evaluasi tersebut, kata dia, akan disampaikan kepada KPU RI sebagai bahan pembelajaran agar penyelenggaraan pilkada ke depan semakin baik. Meski begitu, capaian partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Capaian itu berkat sosialisasi yang masif dilakukan, baik oleh KPU maupun stakeholder lain.
Rofik menambahkan, ke depan bakal melakukan pengelolaan data informasi agar masyarakat lebih mudah menjangkaunya. Kemudian, KPU akan melakukan tahapan pemutakhiran data berkelanjutan. "Jadi, walaupun tahapannya selesai, tapi kami akan meng-update daftar pemilih tetap yang kemarin sudah ada," sebutnya.
Koordinator Wilayah Mafindo Magelang Raya Ayik Teteki menjelaskan, selama tahapan pemilu dan pilkada, KPU melibatkan Mafindo untuk melakukan sosialisasi di sekolah. Ajakan KPU tersebut, kata Ayik, praktis selaras dengan misi yang digaungkan oleh Mafindo untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan meminimalisasi adanya informasi tidak benar.
Saat melakukan sosialisasi, Mafindo memperkenalkan perangkat berupa chat bot agar para siswa dapat memeriksa informasi itu benar atau tidak. Terlebih, lanjut dia, banyak siswa yang kerap menggali informasi dari berbagai sumber. "Namun, mereka belum sepenuhnya mengetahui apakah informasi itu hoaks atau tidak," ujar dia. (aya/eno)