KEBUMEN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kebumen tetap meningkatkan kewaspadaan pasca Pilkada 2024. Hal ini menjadi upaya antisipasi dari berbagai potensi ancaman yang berujung dapat mengganggu stabilitas daerah.
Subkor Kewaspadaan Bakesbangpol Kebumen Dani Hermawan menyatakan, meski gelaran pesta demokrasi telah berakhir, namun bukan berarti terlepas dari berbagai potensi tantangan, hambatan dan gangguan.
Oleh karena itu, jajaran Bakesbangpol perlu melakukan deteksi dini terhadap potensi yang bakal terjadi. "Pilkadanya sudah selesai. Mungkin masih ada sekat itu harus dihapuskan supaya kondusif," ucapnya, Kamis (30/1).
Baca Juga: PSIM Jogja Menjamu Persiraja Aceh, Laskar Mataram Harus Fokus sejak Awal hingga Peluit Akhir
Dani mengungkapkan, residu politik pasca pilkada menjadi salah satu ancaman berbahaya jika terus berlarut. Dampak negatifnya tentu akan terjadi pembelahan di tengah masyarakat. Ujungnya masyarakat yang akan menerima kerugian dari konflik sosial tersebut.
Hal ini yang menurut Dani perlu menjadi perhatian bersama. Antisipasi ancaman juga menyangkut gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Kami dapat perintah dari Mendagri untuk menciptakan suasana kondusif. Konflik sosial harus segera diredam," ungkapnya.
Selain terkait pilkada, terdapat beberapa isu di wilayah Kebumen yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya iklim di media sosial yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik.
Baca Juga: Sosok dan Sisi Lain Firda Fajri Hermawan, Tekuni Olahraga dan Akademik secara Beriringan
Terlebih lagi menurutnya dinamika di media sosial kini cukup sulit terbendung. "Entah itu potensi maupun pasca kejadian harus diredam. Apalagi mendekati pelantikan," bebernya.
Bupati Kebumen terpilih Lilis Nuryani meminta agar masyarakat Kebumen bersatu pasca Pilkada 2024. Bagi dia sudah tidak ada lagi perbedaan antara pendukung paslon 01 maupun 02. Ia mengajak untuk membangun Kebumen di berbagai sektor secara bersama tanpa ada perbedaan pandangan politik. "Mari bersatu agar kebumen tidak lagi menjadi kabupaten paling miskin di Jawa Tengah," ungkapnya. (fid)