GUNUNGKIDUL - Bupati petahana Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan pesannya kepada Endah Subekti Kuntariningsih dalam pemerintahan 2025 - 2029 nanti. Sunaryanta menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi bagi semua sektor pembangunan lainnya.
“Yang paling utama adalah membangun jiwa dan SDM. Setelah itu, baru bicara tentang pembangunan fisik seperti jalan atau infrastruktur lainnya. Jika SDM kuat, maka masa depan Gunungkidul, bahkan Indonesia, akan lebih cerah,” ujar Sunaryanta saat menyambangi Endah Subekti, Kamis (28/11).
Menurutnya, dengan fokus pada penguatan SDM, Gunungkidul dapat bertransformasi menjadi daerah yang lebih produktif dan kompetitif. Dalam konteks era digital, pengembangan SDM juga diarahkan untuk beradaptasi dengan teknologi, digitalisasi, dan kebutuhan industri masa kini.
Baca Juga: Hotel Ganeca dan Mini Zoo Disorot, DPRD dan Pemkab Purworejo Sepakati Raperda APBD 2025“SDM yang berkualitas akan membawa perubahan besar. Bukan hanya untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga untuk membangun karakter masyarakat yang siap menghadapi tantangan global,” lanjutnya.
Endah Subekti yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, menyambut baik visi tersebut. Dia mengatakan, SDM adalah modal utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
"Kami akan melanjutkan apa yang sudah dirintis Pak Sunaryanta, karena ini sejalan dengan visi kami. Peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesiapan menghadapi era digital adalah fokus utama,” ucap Endah.
Endah Subekti menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 yang telah disusun dan ditetapkan oleh Bupati Sunaryanta bersama legislatif akan menjadi dasar pijakan pemerintahannya ke depan. Ia juga menyoroti tantangan dalam masa 100 hari pertama kepemimpinannya.
Baca Juga: Hujan Disertai Angin di Kabupaten Bantul Sebabkan 28 Kejadian, Terbaru Ada Longsor di Kawasan Dlingo"APBD 2025 ini adalah APBD yang ditetapkan oleh Pak Sunaryanta bersama legislatif, maka tugas kami adalah menjalankan. Jika ada yang berjanji akan melakukan banyak hal dalam 100 hari pertama, itu tidak realistis karena APBD telah disusun sebelumnya," jelasnya
Mantan Ketua DPRD Gunungkidul itu menambahkan, dalam periode awal pemerintahannya, fokus utama adalah menjalankan program yang sudah direncanakan oleh pemimpin sebelumnya, mengidentifikasi permasalahan yang ada, dan menggali potensi daerah.
"Kami ingin menjadi pemimpin yang jujur, tidak berbohong. Dalam 100 hari pertama, tugas kami adalah melanjutkan apa yang telah ditetapkan, menginventarisasi masalah, dan memetakan potensi daerah. Langkah tersebut akan menjadi pijakan untuk merancang kebijakan tahun 2026," tandasnya. (ndi)