Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Elektabilitas Yophi-Lukman dan Yuli-Dion pada Pilkada 2024, Begini Hasil Surveinya!

Jihan Aron Vahera • Jumat, 15 November 2024 | 23:23 WIB
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Purworejo 2024 saat acara debat publik.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Purworejo 2024 saat acara debat publik.

PURWOREJO - Hari pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Purworejo semakin dekat.

Dua lembaga survei merilis perhitungan terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purworejo.

Pada Selasa (12/11/2024), Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis bahwa paslon Bupati dan Wakil Bupati Purworejo nomor urut 02 Yuli Hastuti-Dion Agasi Setiabudi (Yuli-Dion) diklaim unggul 69,6 persen dari paslon Yophi Prabowo-Lukman Hakim (Yophi-Lukman).

Survei tersebut dilakukan dalam kurun kurun waktu 30 Oktober hingga 5 November 2024 itu.

Hasil survei menunjukkan, paslon nomor urut 1 Yophi-Lukman hanya mendapat 22,4 persen dan 8 persen menjawab tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.

Jumlah responden yang disurvei oleh LSI sebanyak 600 orang, margin of error kurang lebih 4,1 persen.

Sementara, Relawan Harapan Indonesia (RHI) Strategi juga mengadakan survei berkala terkait Pilkada Purworejo 2024.

Pada periode 25 Oktober 2024, paslon Yuli-Dion unggul 51,86 persen dan Yophi-Lukman 48,14 persen.

Kemudian pasca debat publik, periode survei RHI Strategi pada 29 Oktober 2024, paslon Yophi-Lukman melejit dengan perolehan 52,38 persen dan Yuli Dion turun menjadi 47,62 persen.

"Survei terakhir, kami laksanakan mulai 5 - 11 November 2024, hasilnya tetap sama, paslon nomor 1 menang dengan perolehan suara 52,42 persen dan paslon nomor 2 memperoleh 47,58 persen," ujar Direktur RHI Strategi Ngabdul Muntholib, Jumat (15/11/2024).

Adapun sampling respondennya yaitu 12.250 pemilih atau 2 persen dari 616.780 daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Purworejo. Sedang, margin of error sebesar 3,21 persen.

"Kami menggunakan metodologi wawancara dengan pertanyaan opini publik, menggunakan survei asli berjenis in home poll," jelas dia.

Menurut Ngabdul, hasil survei dari LSI bisa saja menggambarkan realita.

Sebab, setiap surveyor memiliki strategi, integritas, dan loyalitas yang melekat di dalamnya.

"Meski responden hanya 600 orang (0,01 persen dari DPT di Purworejo), setiap akar rumput memiliki basis yang berbeda-beda," kata dia.

Ngabdul mengatakan, berapa pun sampel mampu mewakili, sesuai persepsi surveyor.

Setiap klaim akan membawa manfaat bagi yang mampu membaca. Berapa pun responden, dapat merepresentasikan suara.

"Tetapi ketika jumlah responden lebih besar dari 1 persen DPT, maka akurasinya lebih tinggi," terang dia.

Disebutkan, survei yang dilakukan lembaganya bukanlah permintaan dari paslon mana pun.

"Kami juga pernah pernah melakukan survei pada Pileg 2024 di Kabupaten Purworejo," tambahnya.

Pihaknya melakukan survei karena merasa memiliki atau cinta kepada Purworejo, bukan karena kepentingan politik.

Sebab, kata Ngabul, lembaga surveinya mempunyai misi sendiri, yaitu membangun kemajuan bersama rakyat.

"Semua pembiayaan survei juga kami lakukan secara mandiri," tandas dia. (han)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#lembaga survei #pilkada 2024 #pasangan calon #pemungutan suara #paslon #elektabilitas #hasil survei #lsi