Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Debat Pilkada Kota Magelang, Aman Ingin Lanjutkan Program Sebelumnya, Damai Janjikan Persiapan Pendidikan

Naila Nihayah • Rabu, 30 Oktober 2024 | 22:37 WIB

 

PAPARAN: Paslon wali kota dan wakil wali Kota Magelang mengikuti debat publik putaran pertama di Hotel Atria, Selasa malam (29/10/2024).
PAPARAN: Paslon wali kota dan wakil wali Kota Magelang mengikuti debat publik putaran pertama di Hotel Atria, Selasa malam (29/10/2024).

MAGELANG - Dua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali Kota Magelang kompak mengenakan batik saat menghadiri debat publik putaran pertama, Selasa malam (29/10/2024).

Muchamad Nur Aziz-M Mansyur (Aman) serta Damar Prasetyono-Sri Harso (Damai) saling beradu gagasan terbaiknya. Sesekali debat juga diwarnai saling sindir antarpaslon.

Tema yang diangkat dalam debat perdana ini adalah Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas SDM Kota Magelang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang menggandeng dua akademisi dan seorang profesional sebagai tim perumus serta panelis dalam debat tersebut. Para pendukung paslon turut hadir untuk memberi semangat.

Debat ini dibagi menjadi enam segmen yang diawali dengan paparan visi, misi, dan program kerja masing-masing paslon.

Pasangan Aman yang merupakan inkumben mengunggulkan prestasi dan kinerja yang selama ini telah dilaksanakan.

Keduanya ingin melanjutkan kembali program-porgram unggulan yang sudah dirancang sebelumnya.

Terutama program pemberdayaan masyarakat atau Rodanya Mas Bagia yang telah dilakukan. Termasuk pemberian dana Rp 30 juta per RT per tahun.

Aziz menilai, masyarakat Kota Magelang semakin akan menikmati program tersebut. Terlebih, dia menjanjikan bakal ada penambahan alokasi dana menjadi Rp 50 juta per RT per tahun.

Sehingga dia berjanji untuk melanjutkan program pemberdayaan masyarakat itu.

Selain itu, dia juga ingin melanjutkan program Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS). Kemudian, program Magelang agamis (Porgramis) yang mampu membawa Kota Magelang menduduki peringkat keenam sebagai Kota Toleran di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Aziz menginginkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbasis teknologi.

Sementara pasangan Damai mengusung konsep Kota Magelang sebagai kota perdagangan dan jasa.

Dia menyadari, Kota Magelang tidak mempunyai sumber daya alam. Sehingga keduanya ingin meningkatkan SDM Kota Magelang yang berkualitas dengan menjanjikan persiapan pendidikan formal dan nonformal.

Dia merinci, pendidikan formal dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah secara bertahap.

Kemudian, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan melalui diklat serta mengalokasikan beasiswa pendidikan vokasi.

Untuk pendidikan nonformal dilakukan dengan pelatihan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan kerja.

Dalam sesi tanya jawab, Damar menyebut strategi yang dilakukan untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Satu di antaranya didapat dari investor yang tertarik berusaha di Kota Magelang.

Namun, tanpa adanya daya saing, maka akan sangat sulit suatu daerah menjadi favorit bagi para investor.

Karena itu, dia ingin menyederhanakan birokrasi, memaksimalkan penggunaan teknologi, dan optimaslisasi pelayanan satu pintu.

Calon Wali Kota Magelang Nomor Urut 01 Muchamad Nur Aziz mengatakan, debat perdana ini sebagai sarana agar masyarakat lebih mengetahui ide-ide dan gagasan dari masing-masing paslon.

Masyarakat juga bisa menilai sejauh mana kontribusi para paslon. "Tinggal nanti masyarakat bisa memilih siapa yang akan membawa Kota Magelang menjadi maju, sehat, dan bahagia," ujarnya.

Program pemberdayaan masyarakat Kota Magelang dipelopori oleh pasangan Aman. Tujuannya agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan.

Dia pun sangat optimistis program pemberdayaan tersebut dapat mengantarkan masyarakat Kota Magelang semakin berdaya dan sejahtera.

"Selama 3,5 tahun program itu berjalan. Kami akan tuntaskan dan lanjutkan," imbuhnya.

Calon Wali Kota Magelang Nomor Urut 02 Damar Prasetyono mengaku puas dengan pertanyaan dan jawaban yang didapat. Menurutnya, debat ini diselenggarakan agar masyarakat mengetahui program dan terobosan untuk Kota Magelang.

"Pada debat kedua akan kami siapkan lagi lebih maksimal. Apapun itu untuk masyarakat Kota Magelang," sebutnya.

Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menyebut, debat putaran pertama ini berjalan lancar dan digelar dalam enam segmen selama 120 menit.

Setelah ini, akan ada evaluasi serta rancangan untuk debat putaran kedua bersama tim perumus. Debat kedua itu rencananya digelar pada pertengahan November.

Gelaran ini, lanjut dia, menjadi inisiatif penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses berdemokrasi.

Harapannya dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga Kota Magelang dalam menentukan pemimpin ke depan.

"Kalau debat kedua, tema besarnya tentang ekonomi. Tapi nanti seperti apa, akan dibicarakan lagi," kata dia. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pilkada 2024 #debat pilkada #KPU Kabupaten Magelang #Debat Publik #Kota Magelang #debat paslon