Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sufmi Dasco Tanggapi Klaim Bahlil Soal 'Barter' Kursi Ketua MPR dan Jatah Menteri untuk Golkar

Tastabila Maika Warditya • Rabu, 23 Oktober 2024 | 23:08 WIB

Sufmi Dasko, Ketua Harian Partai Gerindra.
Sufmi Dasko, Ketua Harian Partai Gerindra.


RADAR JOGJA - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merespons pernyataan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyebutkan bahwa Golkar mendapatkan delapan kursi menteri di Kabinet Merah Putih sebagai hasil "barter" dengan Gerindra.

Menurut Bahlil, Partai Golkar merelakan kursi Ketua MPR RI kepada Partai Gerindra sebagai bagian dari kesepakatan koalisi.

Menanggapi hal ini, Dasco dengan tegas menjelaskan bahwa proses pemilihan Pimpinan MPR RI dilakukan melalui musyawarah mufakat yang melibatkan semua fraksi di parlemen.

Dari hasil musyawarah tersebut, terpilihlah Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR RI periode 2024-2029.

Dasco juga menambahkan bahwa Golkar, sebagai bagian dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memang sempat mengungkapkan keinginan untuk menduduki kursi Pimpinan MPR.

Namun, setelah melalui proses musyawarah dan mufakat antara fraksi-fraksi serta unsur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di MPR RI, seluruh pihak sepakat untuk menunjuk Muzani dari Partai Gerindra sebagai Ketua MPR.

"Memang waktu itu, sebagai partai koalisi, ada nada keinginan Golkar untuk kemudian menduduki kursi Pimpinan MPR. Tapi, setelah dilakukan musyawarah mufakat, ya akhirnya itu dijatuhkan kepada Pak Muzani dari Partai Gerindra, dan itu juga atas kesepakatan partai-partai lain," ungkap Dasco yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Saat ditanya lebih lanjut apakah ada unsur barter antara jatah kementerian dan kursi Ketua MPR, Dasco membantahnya.

Menurutnya, pemilihan Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR RI murni berdasarkan kesepakatan musyawarah mufakat tanpa adanya proses tukar-menukar kursi antara partai.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Partai Golkar awalnya hanya mendapatkan lima kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Namun, setelah kursi Ketua MPR diberikan kepada Gerindra, jumlah kursi menteri untuk Golkar meningkat menjadi delapan.

Bahlil pun menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan bagian dari negosiasi politik antara partai koalisi.

"Alhamdulillah, menjadi delapan (kursi menteri). Saya pikir ini adalah sebuah kesempatan yang baik untuk kita mengabdikan diri kepada pemerintahan," ujar Bahlil.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#barter #Ketua Harian Partai Gerindra #golkar #kursi menteri #Bahlil Lahadalia #sufmi dasco ahmad #ketua umum partai golkar #ketua mpr #jatah menteri #Kabinet Merah Putih