Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fraksi di DPRD Kebumen Tak Kunjung Terbentuk, PPP Sebut Ngopi Bareng Bisa Selesai Sejam

Muhammad Hafied • Selasa, 17 September 2024 | 04:01 WIB

 

Anggota DPRD Kebumen periode 2024-2029 pascaprosesi pelantikan dan pengambilan sumpah.
Anggota DPRD Kebumen periode 2024-2029 pascaprosesi pelantikan dan pengambilan sumpah.

 

KEBUMEN - Tak kunjung terbentuknya fraksi di DPRD Kebumen mengundang keprihatinan banyak pihak. Karena menghambat kinerja dewan.

Ketua DPC PPP Wahid Mulyadi juga cukup menyayangkan kenapa pembentukan fraksi harus berlarut-larut. Dia tak habis fikir persoalan yang sebenarnya mudah, justru kini menjadi dinamika tersendiri di tataran lembaga dewan. "Kalau ada musyawarah. Duduk bareng, ngopi bareng beres itu. Satu jam cukup dengan asas keadilan," ungkapnya Senin (16/9)..

Dia mengungkapkan, PPP terpaksa mencabut usulan pembentukan fraksi lantaran masih ada PAN yang belum terakomodasi. Mestinya, kata Mulyadi, partai yang tidak bisa berdiri sendiri dalam pembentukan fraksi berembug dulu sebelum rapat paripurna.

Baca Juga: Antisipasi Megathrust dan Bencana Alam, PHRI DIY Membentuk Satgas Siaga Bencana

Baca Juga: Kencangnya CBR series Antarkan Pebalap Astra Honda Raih Podium ARRC Sepang

Sehingga seluruh anggota dewan dapat masuk menjadi anggota fraksi. "Ada elit parpol dengan tegas menyatakan, tidak bisa ditambah atau dikurang dalam pembentukan fraksi. Kalau gontok-gontokan begitu repot jadinya," imbuh Mulyadi.

DPD PAN Kebumen angkat bicara soal molornya pembentukan fraksi DPRD Kebumen. Kondisi ini terjadi karena peran pimpinan dewan sementara dianggap kurang optimal dalam memfasilitasi terbentuknya fraksi.

Sekretaris DPD PAN Gito Prasetyo mengatakan, ada tiga pokok tugas pimpinan dewan sementara. Salah satunya yaitu memfasilitasi terbentuknya fraksi. Namun, sejauh ini upaya tersebut ternyata gagal mengingat anggota dewan dari PAN sampai sekarang belum terakomodasi dalam pembentukan fraksi.

"Kalau sampai hari ini fraksi belum terbentuk, kami bisa menyimpulkan pimpinan sementara belum menjalankan tugas," ucapnya

Gito menyebut, nasib serupa juga dialami anggota dewan dari PDIP dan PPP. Hal ini menurut dia sebenarnya dapat dihindari jika pimpinan sementara aktif berkomunikasi dengan para pimpinan parpol.

Baca Juga: Hattrick Emas, Tim Panahan Yogyakarta Pimpin Klasemen , Masih Berpeluang untuk Menambah Koleksi Medali di PON XXI

Baca Juga: Rafinha Ditantang Cetak Gol di Laga Tandang, Kamis PSIM Yogyakarta Dijamu Bhayangkara Presisi FC di Tegal

Baca Juga: Nadiem Makarim Tak Lagi Jadi Mendikbudristek, Tokoh Muhammadiyah Berpotensi Masuk Kabinet Zaken

Dia menegaskan, pimpinan dewan sementara mestinya mampu menjembatani pembentukan fraksi dengan berbagai cara, baik secara formal maupun non formal. "Dikembalikan kepada tatib dan PP (Peraturan Pemerintah) yang ada. Proses memfasilitasi banyak cara. Nah ini tugas pimpinan sementara," bebernya.

Gito berpesan, agar pimpinan parpol tidak saling mengedepankan egosentris dalam pembentukan fraksi. Terlebih, PAN hanya memiliki tiga kursi dewan, sehingga perlu diajak diskusi dalam menentukan pembentukan fraksi. "Dengan kejadian kemarin ada beberapa partai terkunci, ini kan suatu ego. Berfikirlah mereka bukan utusan partai, tapi wakil rakyat," ungkapnya.

Gito menyatakan, dirinya tak ingin masuk terlalu dalam untuk mempertanyakan landasan gelaran paripurna pembentukan fraksi pada Jumat (13/9). Dia hanya menyayangkan karena satu bulan pascapelantikan, pimpinan dewan sementara belum mampu menjalankan tugas secara optimal.

"Jangan-jangan pimpinan sementara bisa melanggar tatib dan PP kalau tidak menjalankan tugas memfasilitasi pembentukan fraksi," tegas Gito. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#dprd kebumen #PAN #PPP #PDIP #Fraksi #ngopi bareng