BANTUL - Pilkada Bantul 2024 semakin semarak dengan hadirnya poros ketiga.
Artinya, bukan hanya dihiasi dua pasangan calon (Paslon) saja. Poros ketiga hadir untuk menantang para incumbent, Abdul Halim Muslih - Aris Suharyanto dan Joko Purnomo - Rony Wijaya Indra Gunawan.
Untoro Hariadi - Wahyudi Anggoro Hadi menjadi sosok poros ketiga yang akan mendaftarkan diri ke KPU Bantul.
Keduanya sudah mendapat rekomendasi dari PAN dan PBB untuk maju menjadi Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup).
Total suara sah Pemilu 2024 kedua partai berjumlah 54.803. Dengan rinciannya PAN memiliki 43.750 suara dan PBB 11.053 suara.
Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 koalisi PAN dan PBB sudah cukup memenuhi ambang batas terbaru, yakni 7,5 persen.
Putusan tersebut tidak membatasi hanya partai politik yang memiliki kursi parlemen saja yang bisa mengusung.
Sementara itu ambang batas 7,5 persen di Bantul adalah 47.210 suara sah, dari Pemilu 2024 lalu.
Saat dikonfirmasi mengenai pencalonannya, Untoro membenarkannya sudah mendapat rekomendasi dari PAN dan PBB.
"Insyaallah nanti kami jam 13.00 WIB prosesi dari Kampung Mataraman ke KPU Bantul untuk daftar," ungkapnya, Kamis (29/8/2024).
Menurutnya, rekomendasinya sudah memutuskan untuk mencalonkan Untoro dan Wahyudi.
Disampaikannya, rakyat Bantul membutuhkan pembaruhan untuk kemajuan lebih baik.
Oleh karena itu, Untoro bersama Wahyudi akan membersamai rakyat Bantul merealisasikan kesejahteraan seluruhnya.
"Insyaallah optimis bersama rakyat Bantul," tegasnya.
Untoro mengusung tagline Bantul baru rakyat sejahtera.
Dikatakannya, dipilihnya Wahyudi sebagai Cawabup karena memang kehendak rakyat yang demikian.
Apalagi yang bersangkutan memiliki pengalaman memimpin.
Diketahui memang Wahyudi sekarang masih menjabat sebagai Lurah Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul.
Menurutnya, rekomendasi PAN dan PBB sudah cukup untuk mengusungnya sesuai keputusan MK terbaru.
Dia enggan berkomentar terkait perubahan dukungan PAN yang awalnya ke Halim-Aris berpindah untuknya. "No comment, kami melihat ke depan," tegasnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva