GUNUNGKIDUL - Silvia Mega Harminanda Putri, calon legislatif (caleg) termuda dari Partai Nasdem untuk Dapil Karangmojo, Ponjong, dan Semin, optimistis bisa melanjutkan program sang ayah, Suharno. Ya, Suharno adalah ketua DPRD Gunungkidul periode 2019-2024.
Dari hasil rekapitulasi KPU Gunungkidul, perempuan berusia 25 tahun ini memperoleh 5.939 suara untuk tiga wilayah pemilihan di Gunungkidul. Hal itu membuatnya berada di peringkat tertinggi untuk perolehan suara Partai Nasdem di Dapil 3.
Silvia Mega mengatakan, dengan jumlah perolehan suara itu, dirinya semakin yakin dapat menduduki kursi parlemen untuk dapil 3 dengan visi melanjutkan program sang ayah saat menjabat ketua dewan.
"Saya ingin melanjutkan perjuangan ayah saya waktu menjabat di DPRD, baik dari pembangunan infrastruktur maupun pendidikan yang ada di Gunungkidul," ujar Silvia kepada Radar Jogja, Minggu (10/3).
Dia bercerita, karier politiknya beranjak ketika bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jogjakarta. Ia saat itu menjabat sekretaris jenderal periode 2019.
"Saya masuk kuliah tahun 2017 dan lulus 2021. Saya aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan menjabat sekretaris BEM Fakultas. Saya juga aktif dalam organisasi karangtaruna," ucapnya.
Ia mengaku ketertarikan pada dunia politik sejak melihat perjuangan ayahnya untuk Bumi Handayani yang merupakan tanah kelahirannya. Sosok Suharno menjadi satu-satunya tokoh inspirasi bagi dirinya, sehingga membuatnya mengikuti jejak sang ayah.
"Mulai dari perjuangannya (Suharno) untuk masyarakat. Meskipun dunia politik terkesan buruk di masyarakat, melihat sosok ayah dapat mengubah persepsi itu. Politik tidak sekejam itu jika dilandaskan dengan kekeluargaan," katanya.
Meski tergolong muda, tidak membuat Silvia ciut untuk terjun ke dunia politik. Sikap optimistis yang diturunkan dari sang ayah membuatnya memantapkan diri untuk bersaing dengan politikus-politikus senior di Gunungkidul.
"Apalagi melihat permasalahan di dapil 3, mulai dari pembangunan infrastruktur seperti jalan-jalan yang masih rusak, minimnya balai padukuhan dan lain-lain yang menjadi aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan," tuturnya.
Alasan lain yang membuat dirinya terjun ke dunia politik, kata Silvia, yakni agar dapat menjadi sosok inspiratif bagi anak-anak muda dan mengubah perspektif politik atau bahkan buta tentang politik.
"Masih banyak anak muda yang kurang minat terjun ke dunia politik. Persepsi politik kejam dan buruk, saya ingin mengajak mereka bahwa politik itu indah dan tidak melulu tentang uang," ucapnya.
Niat yang baik, menurut Silvia, merupakan langkah awal untuk terjun ke dunia politik, lalu memiliki sifat ikhlas, tidak malas-malasan dan mempunyai tujuan yang jelas.
Di dunia politik, kata Sivia, membuat dirinya terlatih untuk bersosialisasi terhadap orang banyak. Mulai dari berinteraksi hingga memperjuangkan kepentingan-kepentingan banyak orang.
"Contoh yang baik dari ayah, membuat saya menganggap masyarakat seperti keluarga saya sendiri. Dan saya yakin dapat dipercaya oleh ayah untuk melanjutkan perjuangannya," ungkapnya. (cr6/laz)
Editor : Satria Pradika