Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usai Nyoblos, Masyarakat Bisa Cegah Kecurangan dengan Foto C1 Plano Hasil Perhitungan Suara, Unggah ke Website Ini

Heru Pratomo • Rabu, 14 Februari 2024 | 18:11 WIB
PENDISTRIBUSIAN LOGISTIK: Petugas KPPS membawa logistik pemilu menuju TPS di kawasan Kelurahan Panembahah, Kraton, Jogja, Selasa (13/2)
PENDISTRIBUSIAN LOGISTIK: Petugas KPPS membawa logistik pemilu menuju TPS di kawasan Kelurahan Panembahah, Kraton, Jogja, Selasa (13/2)

RADAR JOGJA - Tak sekadar menyalurkan suaranya, masyarakat juga dapat mengawal perhitungan suara dalam pemilu 2024 ini. Salah satunya dengan memfoto Plano form C hasil perhitungan suara di tiap TPS.

 

Foto tersebut bisa di-upload ke website organisasi pemantau pemilu secara nasional. Seperti dikutip dari Sumut Pos, sudah ada tiga organisasi pemantau pemilu, yakni Jaga Pemilu, Jaga Suara, dan Kawal Pemilu, berkolaborasi untuk saling berbagi data C hasil TPS. 

“Jaga Pemilu, Jaga Suara dan Kawal Pemilu, memfasilitasi masuknya foto-foto formulir C-Hasil untuk pemilihan presiden pada platform kami. Sedangkan untuk pemilihan legislatif, ada Jaga Suara yang memfasilitasi,” kata Natalia Soebagjo, Ketua Perkumpulan Jaga Pemilu saat konferensi pers bersama di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

 

“Kami akan berkolaborasi agar data C-Hasil yang didapatkan dibagikan kepada ketiga platform sehingga TPS yang dipantau akan semakin banyak. Ini upaya kami untuk melindungi suara pemilih mencegah terjadinya manipulasi dalam rekapitulasi suara, demi Pemilu yang bermartabat,” tambah Natalia.

Reza Lesmana dari Jaga Suara menambahkan, di tengah waktu yang sempit dan sumber daya yang terbatas, kerja kolaborasi menjadi pilihan karena ketiga organisasi mempunyai misi yang sama, yakni menjaga suara rakyat dari kemungkinan adanya manipulasi perhitungan suara. 

 

Upaya ini dilakukan untuk menjaga semaksimal mungkin potensi kecurangan dan perubahan jumlah suara saat pencoblosan dan rekapitulasi suara secara berjenjang. “Selain itu, dengan berkolaborasi, jaringan dan komunitas akan berlipat tiga kali, menjangkau lebih banyak lagi kalangan dan komunitas se-Nusantara,” kata Reza.

Untuk berpartisipasi, publik tidak perlu menggunakan tiga platform. Menurut Elina Ciptadi, Kawal Pemilu yang telah beroperasi sejak Pemilu 2014, “Masyarakat cukup memilih salah satu platform dan unggah formulir C-Hasil ke situ, foto yang Anda unggah akan dikawal oleh tiga platform sekaligus. Kemajuan proses tabulasi, alias progresnya dari waktu ke waktu, bisa dilihat di ketiga platform ini. Tinggal gunakan satu platform yang tersedia.”

 

Secara paralel, ketiga platform masyarakat sipil ini juga mengajak rekan-rekan Pengawas, Saksi Partai atau Tim Sukses, serta petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengunggah form C-Hasil ke salah satu platform Jaga Pemilu, Jaga Suara atau KawalPemilu sebagai data backup dari tiap TPS.

Mereka juga berharap aplikasi milik KPU dan Bawaslu, yakni Sirekap dan Siwaslu, berjalan lancar. Masyarakat juga bisa menambah transparansi (another layer of transparency) dengan mengunggah foto hasil hitung dari tiap TPS untuk perbandingan independen. "Mengulang inisiatif urun daya KawalPemilu Jaga Suara pada tahun 2019,” kata Reza.

 

Seperti diketahui, “Sirekap” adalah aplikasi berbasis teknologi informasi yang KPU gunakan untuk mempublikasi hasil perhitungan suara dan proses rekapitulasi hasil perhitungan suara. Sedangkan “Siwaslu” adalah aplikasi untuk para pengawas pemilu dari TPS sampai provinsi untuk mengumpulkan hasil pemungutan danp enghitungan suara.

 

Editor : Heru Pratomo
#KPU #C1 #Sirekap #kawalpemilu