RADAR JOGJA – Di Purworejo pembangunan tempat pemungutan suara (TPS) disyaratkan harus ramah disabilitas. Hal itu juga dipraktikan saat KPU Kabupaten Purworejo kembali menggelar simulasi pemungutan suara untuk Pemilu 2024. Kali ini dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS) 1 di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo Rabu (31/1).
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Purworejo Margareta Ega Rindu S mengatakan, dalam kegiatan simulasi tersebut juga menghadirkan DPT, daftar pemilih tambahan (DPTb), daftar pemilih khusus (DPK), hingga beberapa pemilih penyandang disabilitas tuna netra dan pengguna kruk.
Baca Juga: Ketika Presiden Jokowi Melobi Sultan HB X untuk Lahan Kampus UNU Yogyakarta...
Dikatakan, nantinya simulasi tersebut alan menjadi evaluasi untuk pelaksanaan pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Pada hari pemungutan suara, TPS harus didesain ramah disabilitas. Yakni, tinggi meja bilik suara 75 sentimeter, tinggi meja kotak suara 35 sentimeter dan lebar pintu minimal 90 sentimeter.
"Kalau TPS dibangun di ruangan tertutup agar menghindari tangga," ungkapnya.
Baca Juga: Waduh, Gak Bahaya Ta, PSIM Jogja tanpa Tiga Pilar di Laga Pamungkas Grup X Babak 12 Besar
Rindu menambahkan, simulasi pemilu tersebut dilakukan senyata mungkin. Jenis surat suara yang digunakan dalam simulasi ada lima jenis. Yaitu, surat suara calon presiden dan calon wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.
"Tapi, surat suara yang digunakan merupakan spesimen dan berbeda dengan surat suara yang akan digunakan dalam hari pemungutan suara pada Pemilu 2024," tandas dia.
Baca Juga: Ingat Value of Money, Dana BOSP 2024 di Kebumen Capai Rp 167 Milliar
Selain melakukan simulasi pemungutan suara, juga dilakukan penghitungan surat suara hingga penggunaan Sirekap. Simulasi melibatkan sebanyak 281 warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut.
Sebelumnya, KPU Kabupaten Purworejo juga telah menggelar simulasi Pemilu 2024 serupa di TPS 1 Desa Sengkil Wetan, Kecamatan Ngombol pada Rabu (27/12) lalu.
Baca Juga: Hasil Bahrain v Jepang: Samurai Biru Melaju ke Babak 8 Besar
Simulasi dibuat rill mulai dari pemungutan suara, perhitungan suara, hingga rekapitulasi suara menggunakan aplikasi Sirekap.
Ketua KPU Kabupaten Purworejo Jarot Sarwosambodo mengatakan, simulasi kedua yang digelar tersebut bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada pemilih. Sekaligus, memantapkan penyelenggara pemilu khususnya PPK dan PPS.
"Meskipun sudah memiliki pengalaman pada pemilu sebelumnya, mereka akan diingatkan lagi sebagai gambaran Pemilu 2024 nanti," ungkapnya.
Dia berharap, apa yang disimulasikan dapat ditularkan kepada KPPS, sehingga mereka bisa menyelenggarakan pemungutan suara di TPS dengan baik.(han/pra)
Editor : Heru Pratomo