Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SENSASI POLITIK! Caleg Bondowoso Gegerkan Publik dengan Rela Jual Ginjal Demi Biaya Kampanye!

Cici Jusnia • Rabu, 17 Januari 2024 | 01:15 WIB
Caleg di Bondowoso Rela Jual Ginjal Demi Biaya Kampanye
Caleg di Bondowoso Rela Jual Ginjal Demi Biaya Kampanye

RADAR JOGJA - Seorang calon legislatif (Caleg) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, bernama Efrin Dewi Sudarto, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengumumkan keputusannya untuk menjual ginjalnya guna mendanai kampanye politiknya yang membutuhkan dana besar.

Informasi ini tersebar luas melalui unggahan di akun Instagram @nenktainment pada Selasa (16/1/2024), yang menyebutkan bahwa Efrin Dewi Sudarto rela menjual ginjalnya untuk membiayai kampanye demi mewujudkan impian masuk parlemen.

Postingan tersebut segera menjadi viral dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Efrin Dewi Sudarto.

Surat pernyataan tersebut mencerminkan tingkat komitmen yang luar biasa dari calon legislatif tersebut, meskipun langkahnya ini diprediksi akan menimbulkan berbagai respons dari publik.

Efrin Dewi Sudarto, yang berasal dari Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, lahir pada tahun 1976.

Ia maju sebagai Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan nomor urut 9 di Daerah Pemilihan 2, Kabupaten Bondowoso.

Dalam pernyataannya, Efrin mengungkapkan bahwa ia rela menjual ginjalnya untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup guna memenangkan kontestasi politik dan melaksanakan kampanye di tengah masyarakat.

Ia mengakui bahwa biaya politik seringkali memerlukan anggaran yang signifikan, dan dengan langkah ini, ia berusaha membuktikan keseriusannya dalam mengabdi kepada masyarakat.

"Ini keinginan dan tekad bulat untuk mengabdi ke masyarakat. Ginjal pun saya jual untuk membuktikan bahwa jiwa dan raga demi masyarakat," ungkap Efrin.

Saat ditanya mengenai anggaran pembuatan bannernya, Efrin menyebut bahwa ia menggunakan sisa tabungan pribadinya untuk pembuatan banner dan baliho kampanye.

Langkah ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Efrin dalam mencapai tujuannya, meskipun melibatkan tindakan ekstrem seperti menjual organ tubuhnya.

Tindakan Efrin ini telah menimbulkan perdebatan dan perhatian luas dari masyarakat dan pihak terkait.

Beberapa mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan yang ia tunjukkan, sementara yang lain mengkritik tindakan tersebut sebagai langkah yang tidak etis dan tidak seharusnya diambil dalam konteks politik.

Pertanyaan seputar etika dan kebijakan kesehatan terkait penjualan organ tubuh juga menjadi sorotan, menyoroti urgensi pemahaman masyarakat terhadap isu-isu yang muncul dalam konteks tindakan ekstrem seperti ini.

Editor : Bahana.
#bondowoso #jual ginjal