Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Salurkan Hak Suara dan Awasi Pelaksanaan, Mahasiswa Punya Peran Penting Kawal Pemilu 2024

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 20 Oktober 2023 | 17:35 WIB
SOSIALISASI: Suasana sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, peningkatan partisipsi pemilih pemula dalam menyukseskan Pemilu 2024 di Hotel The 101 Jogja Tugu Hotel Kamis (19/10)
SOSIALISASI: Suasana sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, peningkatan partisipsi pemilih pemula dalam menyukseskan Pemilu 2024 di Hotel The 101 Jogja Tugu Hotel Kamis (19/10)

RADAR JOGJA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ berupaya melakukan penguatan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi. Salah satunya mengajak pemilih pemula. Selain untuk menyalurkan hak suaranya juga ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu 2024 nanti.


Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIJ Umi Illiyina mengatakan, Bawaslu DIJ melibatkan masyarakat untuk bergandengan tangan turut serta dalam pengawasan partisipatif. Momentum ini utamanya bagi generasi Z atau mulai usia 17 tahun bahkan belum pernah memilih untuk menyalurkan hak suaranya. Juga ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu tahun 2024 nanti. "Pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik," katanya di sela acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, peningkatan partisipsi pemilih pemula dalam menyukseskan Pemilu 2024 Kamis (19/10).


Umi menjelaskan sejalan dengan Peraturan Bawaslu nomor 2 tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif, Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu bertanggung jawab agar proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. Menurut dia, mahasiswa harus sadar bahwa hak politik mereka sungguh berarti. “Mahasiswa memiliki peran yang urgen dalam mengawal pelaksanaan Pemilu tahun 2024 dan turut serta dalam melakukan pengawasan disetiap tahapan," ujarnya.


Terlebih, kendala di lapangan yang sering dihadapi adalah akses dan informasi yang terbatas bagi mahasiswa. Kesadaran mahasiswa juga dinilai masih kurang, mereka tidak menyadari begitu berartinya setiap suara yang dimiliki. Apalagi, mahasiswa masih dirasa bahwa urusan politik tidak urusan mahasiswa. "Nah ini kesadaran yang harus kita giatkan kembali untuk mereka sadar bahwa setiap suara mereka itu menentukan nanti bagaimana DIJ maupun nasional kerberlanjutan untuk memilih pemimpin," jelasnya.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa perguruan tinggi sebagai pemilih pemula sekaligus pengawas partisipatif dapat menyebarkan mengenai semangat pengawasan kepada rekan lain di lingkungan kampusnya, serta mengajak terlibat aktif rekannya dalam pengawasan dan memilih wakil rakyat pada pemilu 2024 mendatang. "Keterlibatan mahasiswa ini pada akhirnya akan mampu untuk mewujudkan tegaknya demokrasi di negara kita tercinta ini," tambahnya. (wia/pra)

Editor : Satria Pradika
#Mahasiswa #bawaslu #pemilu 2024