Ridho menuturkan setidaknya saat ini ada 15 hingga 20 tokoh nasional. Dia berharap pergerakan ini dapat menguatkan konsolidasi. Tak hanya internal namun juga diluar Partai Ummat.
Sejumlah rencana diantaranya ke Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Adapula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
"Kami juga sudah sampaikan surat permintaan silaturahmi ke sejumlah tokoh ulama. Antara lain AA Gym, Ustad Abdul Somad hingga Ustad Adi Hidayat," jelas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ridho Rahmadi di sela pembagian paket sembako bagi keluarga tak mampu di Jogjakarta, Sabtu (30/4).
Wacana gerakan sudah mengemuka beberapa waktu sebelumnya. Sasaran pertama adalah para tokoh Partai Muslimin Indonesia atau Permusi. Juga mendatangi pimpinan organisasi Persatuan Islam (Persis).
Partai Ummat, lanjutnya, saat ini tengah gencar menggalang kekuatan. Untuk memenuhi syarat sebagai peserta pemilu dan pemenangan pemilu 2024. Guna mencapai tujuan ini pendiri Partai Ummat Amien Rais akan terjun langsung.
"Pak Amien Rais juga akan turut sowan ke sejumlah tokoh kunci bangsa. Gerakan persatuan umat ini bertujuan agar umat Muslim tak tercerai berai dan lemah," katanya.
Ketua DPW Partai Ummat DIY Dwi Kuswantoro memastikan gerakan berlangsung konsisten. Tujuan utama untuk membesarkan partai. Diawali dengan membuka pendaftaran untuk calon legislatif.
Target Partai Ummat, lanjutnya, masih cukup panjang. Pertama adalah lolos sebagai peserta pemilu. Selanjutnya proses ke pemenangan pemilu. Terdekat, Agustus akan mengikuti seleksi administratif dan verifikasi dari KPU.
“Target kami tetap, bisa membentuk fraksi di tiap DPRD kabupaten dan kota maupun provinsi. Kami konsisten menjaring calon dari generasi muda dan milenial. Kami fokus untuk bergerak, dari DIY dan seluruh Indonesia,” ujarnya. (*/Dwi) Editor : Editor News