Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan.
Jika ditelisik lebih dalam lagi, limbah tersebut sebenarnya dapat diolah menjadi bahan baku yang bernilai guna dan bernilai jual dengan pendekatan ekonomi sirkular, salah satunya sebagai media tanam jamur.
Desa Argosari yang terletak di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan potensi limbah pertanian yang tinggi dan masyarakat yang mulai mengembangkan usaha budidaya jamur.
Melihat potensi tersebut, tim pengabdian dari Universitas Sebelas Maret melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM UNS) hadir untuk memberikan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah pertanian berbasis komunitas menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.
Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA) UNS menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Argosari, Bantul, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular melalui Optimalisasi Limbah Tanaman Jagung dan Padi untuk Peningkatan Produksi Jamur”.
Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian lintas bidang yang dipimpin oleh Dr.Agr.Sc. Ernoiz Antriyandarti, S.P., M.P., M.Ec., dan menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu seperti Ir. Agustono, M.Si., Dr. Susi Wuri Ani, S.P., M.P., Andriyana Setyawati, S.P., M.P., Ph.D. dan Putriesti Mandasari, S.P., M.Si., Ph.D., dan mahasiswa yang tergabung dalam tim PKM.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai konsep ekonomi sirkular, teknik pengolahan limbah jerami, batang, dan tongkol jagung menjadi media tanam baglog, serta strategi peningkatan produksi jamur.
Kegiatan ini juga mencakup demonstrasi langsung pembuatan baglog dan kunjungan ke lokasi budidaya jamur milik Kelompok Tani Sedyo Lestari.
Dr. Ernoiz Antriyandarti selaku ketua pengabdian menjelaskan bahwa “Di desa ini terdapat kelimpahan limbah pertanian dari tanaman jagung dan padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, limbah seperti batang jagung, jerami padi, dan sekam kami olah menjadi bahan baku pembuatan baglog jamur yang proses penghancurannya dibantu dengan alat sederhana untuk meningkatkan efisiensi.”
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian turut menyerahkan alat bantu pengolahan limbah pertanian secara simbolis kepada kelompok tani.
Penyerahan ini disambut hangat oleh para anggota kelompok tani yang berharap dukungan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Mukhorobbin, selaku pengurus Kelompok Tani Sedyo Lestari, menyampaikan apresiasi dan harapannya, “Kami sangat berterima kasih atas sesi sharing ilmu dan juga dukungan alat bantu yang diberikan. Semoga melalui kegiatan ini, proses pengolahan limbah pertanian dapat dioptimalkan dan berdampak nyata dalam meningkatkan produksi jamur, serta mendorong keberlanjutan usaha tani kami ke depannya.”
Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah pertanian yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan.
Editor : Bahana.