YOGYAKARTA – Kehidupan perkuliahan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di kelas, tetapi juga berbagai tanggung jawab akademik, seperti mengerjakan tugas, menghadapi ujian, menyusun makalah, hingga menyelesaikan skripsi.
Padatnya aktivitas tersebut dapat menimbulkan tekanan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan waktu dan perhatian terhadap kesehatan diri.
Stres selama kuliah dapat muncul ketika mahasiswa merasa kesulitan memenuhi tuntutan akademik, menghadapi tenggat waktu yang berdekatan, atau berusaha menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan kegiatan kampus. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengenali batas kemampuan diri dan menemukan cara yang sehat dalam menghadapi tekanan.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyusun jadwal kegiatan secara teratur. Mahasiswa dapat membuat daftar tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan tenggat waktu agar pekerjaan terasa lebih terarah. Membagi tugas besar menjadi beberapa bagian kecil juga dapat membantu mengurangi perasaan kewalahan.
Selain mengatur jadwal, menjaga pola tidur dan melakukan aktivitas fisik juga penting. Berjalan kaki, bersepeda, melakukan peregangan, atau berolahraga ringan dapat menjadi pilihan untuk menyelingi rutinitas belajar. Mahasiswa juga perlu memberikan waktu istirahat yang cukup agar tidak terus-menerus memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan.
Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau orang yang dipercaya dapat menjadi cara lain untuk menghadapi tekanan. Melalui percakapan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh dukungan emosional dan melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Meminta bantuan bukan berarti menunjukkan kelemahan, melainkan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Di samping itu, mahasiswa perlu menghindari kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain secara berlebihan. Setiap orang memiliki proses belajar, kemampuan, dan tantangan yang berbeda. Menetapkan target yang realistis serta menghargai kemajuan kecil dapat membantu membangun sikap yang lebih positif terhadap proses perkuliahan.
Apabila stres berlangsung lama, mengganggu tidur, menurunkan konsentrasi, atau membuat aktivitas sehari-hari terasa sulit dijalani, mahasiswa dapat mencari bantuan dari konselor kampus, psikolog, atau tenaga profesional yang sesuai.
Mengelola stres bukan berarti menghilangkan seluruh tekanan dalam kehidupan kuliah, melainkan belajar meresponsnya dengan cara yang lebih sehat. Dengan pengaturan waktu, istirahat yang cukup, dukungan sosial, dan keberanian mencari bantuan ketika diperlukan, mahasiswa dapat menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kesejahteraan diri. (Frencia Keliat)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber