JOGJA - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menekankan konsep Smart University with Human Touch di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pendidikan. Konsep tersebut memposisikan teknologi digital sebagai sarana penunjang. Sementara kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan etis tetap berpusat pada manusia.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan mengatakan, kehadiran AI yang kian canggih atau mahir tidak boleh menggeser esensi utama pendidikan tinggi dalam membina kualitas manusia.
Berdasarkan pengalamannya dalam kunjungan kerja ke Wuxi University of Technology Tiongkok, ia melihat langsung bagaimana riset, teknologi, industri, dan kebijakan pembangunan bisa terintegrasi dalam suatu ekosistem utuh.
Baca Juga: Kota Jogja Dibidik Jadi Percontohan Ekraf Nasional, Pemkot Jogja Dorong Gekrafs DIY Berperan Aktif
“Saya melihat bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan tinggi, industri, dan kebijakan pembangunan dirangkai menjadi sebuah ekosistem yang terintegrasi,” ujar Noorhaidi dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-75 UIN Sunan Kalijaga, Senin (28/9/2026) lalu.
Menurutnya, kemajuan dari negara luar harus diserap secara kritis dan disesuaikan dengan kebutuhan nasional serta kekuatan akademik. Sebab keberhasilan akademik tak lagi sebatas penerbitan jurnal atau pencetakan lulusan semata. Namun harus bisa melihat sejauh mana pengetahuan tersebut dapat dihilirisasi menjadi inovasi berdampak nyata.
Noorhaidi menegaskan, pengetahuan harus melahirkan inovasi yang bisa memberikan dampak. Oleh karena itu, UIN Sunan Kalijaga mencanangkan visi Smart University with Human Touch.
Baca Juga: Pedagang Bakso hingga PKL Bakal Didorong Masuk Jamsostek, Ini Alasan HB X!
“AI dapat memberikan jawaban, tetapi manusia harus menentukan pertanyaan apa yang layak diajukan. AI dapat menemukan pola, tetapi manusia harus menilai makna dari pola tersebut,” jelasnya.
Noorhaidi menambahkan, di tengah kemudahan yang ditawarkan teknologi, tanggung jawab moral untuk menentukan keadilan, kebenaran, dan martabat keputusan berada penuh di tangan manusia.
Landasan etis dan nilai kemanusiaan wajib menjadi benteng serta tradisi akademik UIN Sunan Kalijaga agar kemajuan teknologi tetap berada pada jalur yang tepat.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pungli Food Truck Bolosego Dianggap Tak Penuhi Unsur Pidana, Jogja Police Watch Khawati
Sebab baginya, fungsi teknologi adalah dapat mempercepat analisis dan menawarkan berbagai kemungkinan. Namun, manusia tetap harus merumuskan pertanyaan, menimbang makna, menentukan apa yang adil, dan bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat.
“Dari landasan itulah pengetahuan dapat bergerak menuju inovasi dan dampak, tanpa kehilangan arah tentang untuk siapa kemajuan itu diupayakan,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita