Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperingati Dies Natalis ke-61 pada Senin (28/9/2026). Perayaan yang berlangsung di Hall Lantai 3, Student Center, Gedung Slamet Rijadi tersebut menjadi momentum bagi UAJY untuk kembali menegaskan komitmennya memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat.
Tahun ini, Dies Natalis UAJY mengangkat tema “Sinergi UAJY Mewujudkan Laudato Si’ untuk Semakin Berdampak dan Menjadi Berkat.” Tema tersebut menjadi landasan refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk memastikan berbagai karya dan kontribusi kampus tidak hanya dirasakan di lingkungan internal, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas.
Rangkaian acara diawali penampilan Marching Band Atma Jaya Yogyakarta yang membawakan lagu “Jogja Istimewa”. Setelah itu, peserta diajak melihat kembali berbagai kegiatan yang telah digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 melalui tayangan video dokumentasi.
Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. dalam sambutannya mengatakan tema Dies Natalis tahun ini memiliki keterkaitan dengan arah Pendidikan Tinggi Berdampak sekaligus semangat perguruan tinggi Katolik sebagaimana tertuang dalam dokumen Ex Corde Ecclesiae.
Baca Juga: Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan
“Tema ini menjadi ajakan bagi kita untuk melihat kembali seluruh karya UAJY dan memastikan apa yang kita lakukan tidak berhenti di dalam kampus saja, tetapi keluar dan menghadirkan perubahan yang nyata,” ujarnya.
Resmikan Korea Corner
Perayaan Dies Natalis ke-61 juga menjadi kesempatan bagi UAJY untuk memperkuat kerja sama internasional. Salah satunya ditandai dengan peresmian Korea Corner, hasil kerja sama UAJY dengan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia.
Peresmian tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Republik Korea Kang Won Jun dan Seunghoon Hong selaku Direktur Saemaul Foundation Kantor Perwakilan Indonesia.
Kehadiran Korea Corner diharapkan dapat menjadi ruang yang memperkuat hubungan akademik dan pertukaran pengetahuan antara UAJY dengan Korea Selatan.
Dorong Kemampuan Beradaptasi
Selain menjadi ajang perayaan, Dies Natalis ke-61 UAJY juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Ignatius Iswanto Santoso, Wakil Direktur Utama PT Djarum.
Dalam orasinya, ia mengangkat isu sustainability atau keberlanjutan. Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan bukanlah organisasi yang berusaha membuat semua hal tetap sama, melainkan organisasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai yang menjadi fondasinya.
“Bagi setiap individual, apa aset terbesar kita? Menurut saya bukan jabatan, jangan cari jabatan. Bukan posisi, bahkan bukan pengetahuan yang kita miliki hari ini karena semuanya bisa berubah. Yang penting adalah, aset terbesar adalah, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi,” ungkapnya.
Apresiasi Sivitas Akademika
Pada kesempatan tersebut, UAJY juga memberikan penghargaan kepada sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan purna tugas. Apresiasi turut diberikan kepada pegawai yang telah mengabdi selama 25, 30, 35, hingga 40 tahun.
Suasana perayaan semakin meriah dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Nusantara (SBN) dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UAJY.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa syukur dan ramah tamah.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Kulon Progo Terus Meroket Tembus Rp 70 Ribu Per Kg
Melalui Dies Natalis ke-61, UAJY kembali menegaskan arah pengembangannya untuk terus bertumbuh sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat Laudato Si’, seluruh sivitas akademika diajak untuk tetap menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas universitas, sembari membuka diri terhadap perubahan dan perkembangan zaman.
Dengan begitu, UAJY diharapkan tidak hanya menjadi institusi pendidikan tinggi, tetapi juga terus semakin berdampak dan menjadi berkat bagi sesama.
Editor : Bahana.