JOGJA - Sebanyak 44 SMK negeri dan swasta di DIY tengah menjalani revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dengan total anggaran APBN mencapai Rp 46,9 miliar. Perbaikan ditargetkan rampung pada 17 Desember mendatang.
Kepala Bidang SMK Wiwik Indriyani mengatakan, SMK Muhammadiyah 2 Tempel menjadi sekolah yang mendapat anggaran paling sedikit karena perbaikannya pun cukup sedikit, yakni Rp 400 juta. Sedangkan SMKN 3 Kasihan menjadi sekolah yang mendapatkan anggaran paling banyak, yakni Rp 2,9 miliar.
“Dengan kategori perbaikan yang berbeda-beda dari sedang hingga berat,” katanya, Minggu (28/9/2026).
Baca Juga: Tim Dance Enea Troops SMA Budi Utama Jogja Hadirkan Keanekaragaman Flora Fauna Indonesia di GOR UNY
Dia menjelaskan, SMK Muhammadiyah 2 Tempel, Sleman, dilakukan rehabilitasi tiga ruangan, rehabilitasi perpustakaan, dan pengecatan ruang lainnya. Sedangkan di SMKN 3 Kasihan, Bantul, terdapat rehabilitasi 14 ruangan serta pengecatan ruang lainnya.
“Target progres tiap SMK berbeda-beda karena waktu bimtek dan jadwal penyaluran tidak sama waktunya, tapi target selesai 17 Desember,” ujarnya.
Selain itu, ada pula sekolah yang sedang mengajukan revitalisasi dan belum melakukan bimtek. Di antaranya SMK Darul 'Ulum Muhammadiyah Galur, Kulon Progo, SMK Pembangunan Karangmojo, Gunungkidul, dan SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Kota Jogja.
Baca Juga: PSS Sleman Kebobolan Tujuh Gol dari Tiga Pertandingan, Huistra Lakukan Evaluasi Total
Sementara itu, Kepala Disdikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Melalui program ini, berbagai sarana dan prasarana pendidikan diperbaiki dan ditingkatkan agar mendukung proses pembelajaran yang lebih nyaman, sehat, dan berkualitas.
"Revitalisasi mencakup perbaikan ruang belajar, fasilitas sanitasi, ruang kesehatan, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana praktik pembelajaran,” terangnya.
Selain memperkuat kualitas lingkungan belajar, program ini juga bertujuan memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak tanpa memandang lokasi maupun kondisi sekolahnya.
Baca Juga: Huistra Buka Suara Alasan Hanif Sjahbandi Tak Jadi ke PSS Sleman dan Pilih Merapat ke Arema FC
Bagi sekolah kejuruan, revitalisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik. Sehingga kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
"Melalui revitalisasi sekolah, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inspiratif,” tuturnya.
Sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal, guru semakin terdorong berinovasi dalam pembelajaran, serta kualitas sumber daya manusia DIY terus meningkat menuju Indonesia Emas 2045. Pada akhirnya, revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik.
"Tetapi investasi jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh generasi muda DIY," tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita