MUNGKID - Sebanyak 291 santri TPQ dan TPA dari 21 kecamatan mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena adu prestasi keagamaan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pembentukan mental dan karakter anak di tengah berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda.
FASI 2026 digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Rabu (9/9). Kegiatan ini diselenggarakan Pemkab Magelang bersama Kementerian Agama (Kemenag), Badko LPQ Kabupaten Magelang, dan Badan Pengelola MAJT An-Nuur.
Ketua Panitia FASI 2026, Yusuf Ari Wibowo mengatakan, 291 peserta merupakan perwakilan dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. Mereka mengikuti 12 majelis lomba dengan sejumlah cabang yang menguji kemampuan keagamaan sekaligus kreativitas peserta.
Baca Juga: Giliran Area Hutan Pohon Jati Milik Perum Perhutani di Kebumen Terbakar
Pelaksanaan lomba dibuat dengan sistem hybrid. Sebanyak delapan majelis lomba menjalani tahap penyisihan secara daring untuk menentukan enam peserta atau kelompok terbaik yang kemudian melaju ke babak final.
Sementara empat majelis lainnya dilaksanakan secara langsung pada hari pelaksanaan FASI. "Untuk online itu di delapan cabang untuk penyisihan untuk memilih enam besar yang dibawa ke tahap final hari ini, dan yang empat majelis memang harus langsung," terang Yusuf.
Dengan mekanisme tersebut, babak final mempertemukan peserta yang telah melewati tahapan penyisihan untuk memperebutkan posisi terbaik di masing-masing majelis lomba.
Baca Juga: Dukung Prioritas Kemenkes, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting
Berbagai kemampuan dipertandingkan, mulai dari praktik ibadah, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, hingga seni dan kreativitas Islam. Cabang yang dilombakan antara lain Peragaan Salat, Tartil Al-Qur'an, Azan dan Ikamah, Nasyid Islami, Menggambar, Ceramah Agama Islam, Tilawah Al-Qur'an, Tahfiz Juz Amma, serta Syahril Qur'an.
Selain itu terdapat Cerdas Cermat Al-Qur'an, Kaligrafi, dan Cerdas Cermat Agama Islam. Perlombaan juga dibagi dalam kategori TPQ dan TQA sesuai jenjang peserta.
Yusuf mengatakan, penyelenggaraan FASI sekaligus memberikan kesempatan kepada santri untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mereka dapatkan di lembaga pendidikan Al-Qur'an. "Tujuannya memberi ruang bagi santri TPQ untuk berekspresi, menunjukkan prestasinya," katanya.
Baca Juga: Sampah Sempat Menumpuk, Tambah Sembilan Trash Barrier di Perbatasan Kota Jogja
Selain mencari peserta terbaik di tingkat Kabupaten Magelang, FASI 2026 juga menjadi bagian dari proses penjaringan calon delegasi daerah. Para peserta yang meraih juara akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, kegiatan yang melibatkan santri dari berbagai kecamatan itu menjadi satu upaya pemerintah daerah menyediakan ruang bagi anak dan remaja. Terutama dalam mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan di bidang keagamaan.
Dia menilai, FASI dapat menjadi wadah bagi siswa, santri, maupun lembaga TPQ untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah pengetahuan dan keterampilan keagamaan Islam.
Baca Juga: Sampah Sempat Menumpuk, Tambah Sembilan Trash Barrier di Perbatasan Kota Jogja
Lebih jauh, Grengseng menyoroti tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini. Perkembangan teknologi dan media sosial, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan mental dan spiritual agar anak tidak mudah terpengaruh berbagai persoalan sosial.
Melalui kegiatan ini, dia berharap, dapat menjadi filter sekaligus ruang alternatif yang positif bagi anak-anak dan remaja. "Ini menjadi upaya menanamkan nilai spiritualitas dan religiusitas agar benteng moral mereka kuat," ujarnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo