Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Prioritas Kemenkes, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting

H
Penulis: Heru Pratomo❯
Dukung Prioritas Kemenkes, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting di Gunungkidul
Dukung Prioritas Kemenkes, Herbalife dan Cita Sehat Luncurkan Program Pencegahan Stunting di Gunungkidul

Advertisement

 
 
GUNUNGKIDUL – Herbalife Indonesia, perusahaan di bidang kesehatan dan kebugaran, komunitas, serta platform terkemuka, berkolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, secara resmi meluncurkan Program Pencegahan Stunting dan Sanitasi berbasis masyarakat di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul.

Program ini akan berlangsung pada 2026 hingga 2028, memadukan dukungan nutrisi dan kesehatan ibu, edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.
 
Inisiatif ini selaras dengan prioritas nasional Indonesia dalam menekan angka stunting. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi MoU antara Herbalife Indonesia dan Kementerian Kesehatan (2024–2029) untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Advertisement

 

Pada tahap awal di tahun 2026, Herbalife Indonesia akan memprakarsai pelaksanaan program ini, sementara Yayasan Cita Sehat mengoordinasikan eksekusi lapangan bersama tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan setempat. Komitmen dukungan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga 2028.
 
Pada tahun pertama pelaksanaannya, program ini diproyeksikan akan memberikan manfaat langsung kepada 275 orang, yang mencakup ibu hamil dan menyusui, calon ibu, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta petugas lapangan keluarga berencana.
 
Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Poskesdes Kedungkeris, Herbalife menyerahkan tujuh paket peralatan pemantauan tumbuh kembang anak, masing-masing untuk setiap Posyandu di Desa Kedungkeris.

Advertisement

Selain itu, paket nutrisi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Herbalife bersama Pemerintah Desa Kedungkeris turut menandatangani komitmen untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
 
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek nutrisi. 

“Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi.

 

 Melalui kolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, pemerintah daerah, dan masyarakat Desa Kedungkeris, kami berkomitmen untuk memastikan program ini memberikan manfaat yang bermakna dan relevan bagi masyarakat,” ujar Oktrianto.
 
Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, menambahkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat merupakan kunci untuk memastikan intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran dan efektif. Yayasan Cita Sehat akan bekerja sama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberikan pendampingan langsung kepada keluarga yang rentan.
 
Program ini dirancang berdasarkan tiga pilar yang saling terintegrasi, yaitu nutrisi dan kesehatan; edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas; serta peningkatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

 

 Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemberian dukungan nutrisi, pendampingan kehamilan dan menyusui, pelatihan bagi kader desa, edukasi tumbuh kembang anak, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta dukungan bertahap untuk penyediaan toilet yang layak, fasilitas kesehatan desa, dan jaringan air minum hingga 2028.
 
Kepala Desa Kedungkeris, Rusdi Martono, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah masing-masing, termasuk dukungan Herbalife dalam pembangunan fasilitas Posyandu di Desa Kedungkeris.
 
“Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memperkuat semangat serta upaya kita dalam mencegah stunting di Desa Kedungkeris,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

30 Puskesmas Gunungkidul Belum Punya Psikolog Klinis, Gandeng UGM Perluas Layanan Kesehatan Jiwa

30 Puskesmas Gunungkidul Belum Punya Psikolog Klinis, Gandeng UGM Perluas Layanan Kesehatan Jiwa

Keterbatasan tenaga psikologi klinis masih menjadi tantangan dalam layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Gunungkidul. Dari 30 puskesmas yang ada, belum satu pun memiliki tenaga psikologi klinis.

Deteksi Dini Risiko Penyakit, Pemkot Jogja Perketat Cek Kesehatan Gratis Lansia Empat Kali Setahun

Deteksi Dini Risiko Penyakit, Pemkot Jogja Perketat Cek Kesehatan Gratis Lansia Empat Kali Setahun

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memperketat program cek kesehatan gratis (CKG) bagi lanjut usia (lansia). Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit masyarakat sedini mungkin. Dengan cek kesehatan yang ..

Puskesmas Pagi-Sore hingga Homecare Pusling, Pelayanan Kesehatan di Magelang Ikuti Kebutuhan Warga

Puskesmas Pagi-Sore hingga Homecare Pusling, Pelayanan Kesehatan di Magelang Ikuti Kebutuhan Warga

Sektor Kesehatan Didorong Lebih Dekat ke Warga Tak Hanya Andalkan Rumah Sakit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer