Kenapa Mahasiswa Betah Scroll TikTok Berjam-jam? Ini Penjelasannya 

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:57 WIB
Kenapa Mahasiswa Betah Scroll TikTok Berjam-jam? Ini Penjelasannya 
Kenapa Mahasiswa Betah Scroll TikTok Berjam-jam? Ini Penjelasannya 

 RADAR JOGJA - Niatnya cuma buka TikTok sebentar. Mungkin untuk melihat video yang sedang viral, mencari hiburan setelah kuliah, atau sekadar mengisi waktu kosong. Namun, tanpa terasa waktu sudah berjalan cukup lama dan jempol masih terus menggulir layar.

Kebiasaan seperti ini cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa. Setelah seharian mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, atau beraktivitas di luar kampus, membuka TikTok menjadi salah satu cara untuk melepas penat.

Apalagi, video yang muncul di halaman For You Page (FYP) tidak pernah benar-benar habis. Selesai satu video, muncul video lainnya yang tak kalah menarik. Dari konten lucu, kuliner, kehidupan mahasiswa, musik, hingga tren terbaru, semuanya bisa muncul dalam beberapa kali scroll.

Di sinilah waktu sering kali tidak terasa.

Baca Juga: Belajar Merawat Empati di Layar Digital, Kisah Haru dari Pelosok Tepus, Gunungkidul

Kenapa Sulit Berhenti?

Salah satu alasan mahasiswa bisa betah scrolling adalah karena konten yang muncul terus disesuaikan dengan apa yang sering ditonton dan disukai pengguna. Ketika menemukan video yang menarik, pengguna cenderung ingin melihat konten serupa berikutnya.

Akhirnya muncul kebiasaan mengatakan, “satu video lagi”. Tetapi satu video bisa berubah menjadi puluhan video berikutnya.

Psikolog Christin Wibowo menjelaskan bahwa kebiasaan scrolling dalam jangka pendek dapat mengganggu konsentrasi dan fokus. Kebiasaan tersebut juga dapat membuat seseorang lebih cepat bosan terhadap suatu proses dan terbiasa menginginkan sesuatu secara cepat.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa kebiasaan scrolling perlu diperhatikan, terutama ketika sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Gempa Tektonik Magnitudo 5,3 Guncang Cilacap, Getaran Terasa hingga Jogja

Bukan Sekadar Buang Waktu

Meski sering dianggap hanya sebagai hiburan, TikTok sebenarnya tidak selalu memberikan dampak negatif. Banyak mahasiswa yang justru memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi.

Konten tentang tips belajar, rekomendasi tempat makan murah, informasi kegiatan kampus, tutorial, hingga konten edukasi bisa menjadi referensi bagi mahasiswa.

Masalahnya muncul ketika penggunaan media sosial sudah sulit dikendalikan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas atau beristirahat bisa ikut terseret karena terlalu lama scrolling.

Kebiasaan ini juga sering terjadi pada malam hari. Setelah menyelesaikan aktivitas seharian, mahasiswa memilih rebahan sambil membuka TikTok. Bukannya segera tidur, waktu istirahat justru tertunda karena masih ingin melihat video berikutnya.

Baca Juga: BRI Super League Hari Ini, PSS Sleman Incar Tiga Poin di Dipta

Mulai dari Hal Sederhana

Mengurangi kebiasaan scrolling tidak berarti harus berhenti menggunakan TikTok. Mahasiswa bisa memulainya dengan cara sederhana, seperti menentukan batas waktu penggunaan atau berhenti membuka aplikasi ketika pekerjaan sudah mulai tertunda.

Menjauhkan ponsel ketika sedang belajar dan menghindari scrolling menjelang tidur juga bisa menjadi pilihan.

Pada akhirnya, TikTok memang bisa menjadi hiburan yang menyenangkan. Namun, tetap perlu ada batas agar waktu tidak habis hanya karena satu video yang kemudian membawa kita ke video-video berikutnya.

Sebab, yang awalnya hanya ingin “scroll sebentar”, bisa saja berakhir dengan pertanyaan, “Kok sudah malam?”

(Maria Margaretha Nirong Gedo)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
tiktokan Mahasiswa betah TikTok scroll hape